Tampil Spartan PSP Tekuk MMP Singkarak, Gelar Juara Turnamen Walinagari Cup XV BBS Diraih

Skuad PSP Padang berswafoto dengan pelatih dan Ketua PSP Amril Amin seusai menjuarai Turnamen Wali Nagari Cup XV Batu Balang (BBS) di lapangan sepakbola Batu Balang, Lima Puluh Kota. (foto; ist)

LIMAPULUH KOTA,FOKUSSUMBAR.COM – PSP (Persatuan Sepakbola Padang) sukses melewati ujian mental dan tekanan hebat laga final ajang turnamen Wali Nagari Cup XV Batu Balang (BBS) di lapangan sepakbola Batu Balang, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Minggu kemarin (4/1/2026).

Menghadapi permainan keras dari tim raja tarkam Sumatera Barat, MMP Singkarak (Kabupaten Solok), skuad Pandeka Minang tampil apik dan spartan sepanjang dua babak pertandingan.

Di babak pertama, Agung Wijaksono dan kawan-kawan langsung menerima high pressing tinggi tim lawan yang menurunkan sejumlah pemain senior Sumatera Barat, di antaranya Fogy Angsisco, Fahri Alhayani, Arif Yanggi Rahman dan Kevin Dwi Julian.

Tak hanya menekan lewat intensitas deras serangan ke jantung pertahanan skuad Pandeka Minang yang dikawal duet Bima Prahara dan Rahmat Satria, MMP Singkarang juga bermain keras untuk memutus alur permainan yang dikembangkan oleh Carel Syadef, Alil Yalum dan Gibran Tito.

Beberapa kali pelanggaran menjurus kasar dilakukan skuad MMP untuk meruntuhkan mental para pemain PSP. Keputusan-keputusan kontroversial wasit juga tidak mampu mementahkan spirit tinggi Pandeka Minang. Sejumlah peluang mampu dikreasi oleh Carel Syadef dan Gibran Tito.

Sebaliknya, MMP juga membalas lewat aksi-aksi, Kevin Dwi Julian dan Fogy Angsisco. Sesekali Fahri Alhayani turut memberikan ancaman melalui sepakan spekulatif dari luar kotak penalti. Namun, kans MMP untuk menjebol gawang PSP kandas berkat ketenangan dan apiknya performa penjaga gawang, Rafiq Effendi. Turun Minum, skor sama kuat 0-0.

Di babak kedua, lecutan motivasi pelatih PSP, Joni Efendi dan Ketua Umum Amril “Aciak” Amin, memantik punggawa PSP bermain lebih trengginas.

Perlahan, Agung dan kawan-kawan memegang kendali permainan. Penguasaan bola dan membangun serangan terstruktur dari bawah hingga tusukan-tusukan melalui Kaka M Seva yang masuk menggantikan Alil Yalum sejak pertengahan babak pertama.

Umpan-umpan silang juga dilancarkan Vendra Aprilianda dan Sultan Ainul dari sisi sayap. Tetapi masih gagal melahirkan gol pemecah kebuntuan. Salah aksi berbahaya Gibran Tito ke dalam kotak penalti, sepakannya masih lemah. Sundulan Sultan yang sudah bebas di depan gawang melambung di atas gawang MMP.

Babak kedua praktis trio lini tengah PSP, Lugas Satrya, Feruzen Maulana dan kapten tim, Agung Wijaksono lebih dominan dan kerap memenangi duel-duel perebutan bola serta mengalirkannya menjadi serangan berbahaya. Peluang-peluang yang didapat belum menemui sasaran.

MMP bukannya tanpa peluang, tendangan bebas Fahri Alhayani menerpa mistar gawang PSP. Hingga laga berakhir, berbalas serangan antara kedua tim finalis tak mampu melahirkan gol. Sama kuat 0-0, laga berlanjut dengan adu penalti untuk penentuan juara.

Pada fase adu nasib ini, penjaga gawang PSP, Rafiq Effendi tampil sebagai aktor kemenangan. Ia mematahkan tendangan penalti kelima MMP, yang dieksekusi Wahyu Ramadhan.

Penalti gagal penendang terakhir MMP memastikan keunggulan PSP dengan skor 4-3. Empat algojo PSP mampu menyelesaikan tugas, Carel Syadef, Lugas Satrya, Agung Wijaksono dan Feruzen Maulana. Berbanding tiga gol milik MMP melalui sepakan penalti, Robby Mandala, Yogi Ballack dan Fahri Alhayani.

Gelar juara jadi milik Pandeka Minang, mengamankan piala bergilir dan piala tetap plus uang Rp15 Juta dan medali emas. Bukan saja secara tim, apresiasi individual, pemain terbaik turut disabet Feruzen Maulana, gelandang PSP.

Anak-anak tampil sesuai instruksi. Mereka mampu melewati ujian mental dan tekanan lawan yang dihuni pemain-pemain senior. Hal ini yang sebenarnya kita cari. Nanti kompetisi sebenarnya di Liga 4, mereka akan menghadapi tekanan laga yang lebih kuat lagi. Selamat kepada anak-anak atas capaian ini. Tapi, ini baru awal, jangan berpuas diri,” jelas Joni Efendi kepada infosumbar

Sementara itu, kesemrigahan atas kerja keras tim, diapresiasi tinggi oleh Ketua Umum Amril Amin. Ia menyanjung semangat pantang menyerah dan tak gentar skuad PSP meladeni tim lawan sepanjang pertandingan.

“Kerja keras anak-anak luar biasa. High pressure lawan mereka hadapi tak kenal lelah. Adu penalti itu tidak mudah. Perlu mental baja apalagi di depan ribuan penonton yang mengelilingi lapangan. Mereka pantas atas gelar juara ini,” katanya singkat. (vinas)

Exit mobile version