11 Daerah Sudah Siap Ikuti Porprov Sumbar XVI Juni-Juli 2026

Hamdanus (kanan) melaporkan progres menjelang pelaksanaan Porprov Sumbar ke XVI Juni-Juli 2026 kepada Gubernur Mahyeldi. di Padang, Senin (12/1/2026). (Foto Humas KONI Sumbar)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM— Ketua KONI Sumbar Hamdanus memaparkan progres persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI Tahun 2026 dalam audiensi bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Padang, Senin (12/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Hamdanus menyampaikan bahwa KONI Sumbar telah melakukan roadshow ke sejumlah kabupaten dan kota guna memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi penganggaran, partisipasi atlet, maupun kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga.

“Hingga saat ini sudah ada 11 daerah yang memastikan ikut Porprov, termasuk kesiapan anggaran dan keinginan menjadi tuan rumah,” kata Hamdanus.

Ke 11 daerah tersebut yakni Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Agam.

Hamdanus menegaskan Porprov 2026 akan dilaksanakan pada Juni–Juli dan tidak ada lagi opsi penundaan. Menurut dia, Porprov menjadi ajang strategis untuk seleksi atlet Sumbar menuju Porwil, Pra PON, dan PON Beladiri, sekaligus menjadi fondasi pembinaan atlet menuju PON 2028.

“Kalau Porprov digelar pertengahan tahun, ada waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkan atlet ke Porwil, Pra PON, dan PON Beladiri. Kalau ditunda, atlet akan kehilangan momentum dan peluang lolos ke PON akan jauh lebih berat,” ujar Hamdanus.

Ia juga menekankan pentingnya Porprov sebagai instrumen untuk mengikat atlet potensial asal Sumatera Barat agar tidak berpindah ke provinsi lain. Hamdanus mengungkapkan, sejumlah atlet Sumbar sudah mulai dilirik daerah lain dengan tawaran tampil di Porprov setempat dan dibina menuju PON 2028.

“Porprov ini menjadi pengikat agar atlet tidak lari ke daerah lain. Komitmen mereka kuat jika Porprov dilaksanakan sesuai jadwal Juni–Juli,” katanya.

Staf Khusus KONI Sumbar, Prof Syahrial Bakhtiar, menambahkan bahwa Porprov sangat dibutuhkan atlet, tidak hanya sebagai ajang uji kemampuan, tetapi juga untuk memulihkan ekosistem pembinaan olahraga daerah yang dalam beberapa tahun terakhir terhenti.

“Sudah sekitar delapan tahun atlet kabupaten dan kota tidak punya ruang kompetisi besar. Bahkan dua generasi atlet hilang. Porprov ini momentum untuk membangkitkan kembali,” ujar Syahrial.

Mantan Ketua KONI Sumbar dua periode itu menargetkan, melalui Porprov 2026, prestasi Sumbar di level nasional bisa kembali meningkat, dengan sasaran minimal tiga besar Porwil 2027 dan masuk 10 besar PON 2028.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah dan kesiapan KONI Sumbar dalam mempersiapkan Porprov XVI. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov 2026.

“Porprov ini penting dan strategis untuk masa depan olahraga Sumatera Barat. Pemprov mendukung penuh dan meminta semua pihak, terutama KONI daerah dan pemerintah kabupaten/kota, benar-benar serius mempersiapkannya,” kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pembinaan atlet dan prestasi Sumbar di tingkat nasional.

Gubernur memastikan Pemprov Sumbar siap mengawal pelaksanaan Porprov agar berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan olahraga daerah. (jiga)

Exit mobile version