Oleh : Dasrul, SS., M.Si *)
BANJIR bandang yang melanda pangka jembatan Batu Busuk RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh, kota Padang, beberapa waktu lalu, telah membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Namun, di tengah kesulitan dan tantangan itu, kaum Suku Tanjung Talang menunjukkan contoh yang luar biasa tentang penerapan pendekatan kebudayaan dalam menghadapi bencana.
Kaum Suku Tanjung Talang yang dipimpin oleh para tetua adat, telah memberikan hibah tanah seluas 12 x 14 meter kepada 10 kepala keluarga yang merupakan anak keponakan mereka yang menjadi korban banjir bandang.
Langkah ini tidak hanya menunjukkan kepedulian dan solidaritas, tetapi juga merupakan contoh nyata dari konsep kebersamaan dan saling tolong menolong dalam masyarakat Minangkabau.
Dengan adanya pendampingan dari Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto, KPA Bias, dan berbagai relawan serta donatur mandiri, kaum Suku Tanjung Talang berhasil membangun hunian sementara yang layak dan sehat bagi 10 KK korban banjir bandang.
Proses pembangunan hunian sementara ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, sehingga menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Yang lebih luar biasa lagi, kaum Suku Tanjung Talang tidak hanya berhenti pada pembangunan hunian sementara, tetapi juga telah merancang tata kelola kehidupan baru yang dapat disesuaikan dengan alam.
Mereka menghadirkan berbagai konsep kebudayaan yang saling bahu membahu dan menjaga malu kaum, seperti prinsip “tagak kampuang paga kampuang tagak suku paga suku”.
Dengan prinsip ini, berbagai donatur hadir dan mau membantu program mereka. Kamar Dagang Indonesia membantu membangunkan hunian tetap, Yayasan Bambu membangunkan surau kaum, dan UNAND membantu merancang konsep kawasan serta berbagai program pengabdian.
Ini semua merupakan contoh nyata dari bagaimana pendekatan kebudayaan dapat menjadi kunci sukses dalam menghadapi bencana dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam konteks ini, kita dapat melihat bahwa pendekatan kebudayaan bukan hanya tentang mempertahankan tradisi dan adat, tetapi juga tentang membangun kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.
Kaum Suku Tanjung Talang telah menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, solidaritas, dan pendekatan kebudayaan, kita dapat menghadapi tantangan dan membangun kehidupan yang lebih baik. []
Penulis adalah Penggerak Kebudayaan di Sumatera Barat *)
