TAPAN, FOKUSSUMBAR.COM – Ikatan Mahasiswa Tapan (IMASTA) menggelar diskusi publik bersama Wali Nagari yang baru dilantik di dua kecamatan yang ada di Tapan (Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan), kabupaten Pesisir Selatan, berlangsung pada Minggu (1/2/2026), guna membahas arah pembangunan daerah pasca pemilihan Wali Nagari.
Acara yang digelar dengan tujuan agar bisa memperjelas alur kegiatan pembangunan daerah yang akan dilaksanakan oleh Wali nagari terpilih dan dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini memberikan transparansi informasi kepada masyarakat yang ada di daerah Tapan serta mengetahui sejauh mana arah pembangunan yang akan dilakukan oleh para Wali nagari.
Kegiatan ini dinilai penting untuk mendorong keterbukaan informasi, transparansi yang di paparkan langsung oleh Wali nagari serta saran yang dihadirkan memberikan rasa aman serta menghilangkan kecemasan bagi masyarakat ketika terjadi hal yang akan menjadi penghambat kemajuan nagari ataupun keterbatasan sarana dan prasarana yang ada di dalam nagari.
Ketua Umum IMASTA, Okta Pendra dalam siaran persnya pada Jumat (6/2/2026), menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat direduksi hanya pada program dan anggaran semata, tetapi harus dibangun melalui penyelarasan arah, visi, dan misi antara para pemangku kepentingan dengan pihak yang menjalankan kebijakan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat, pemuda, dan mahasiswa bukan sekadar penonton kebijakan, melainkan harus menjadi bagian aktif dalam proses perumusan, pengawalan, dan penguatan arah pembangunan daerah.
Dalam pelaksanaan acara hanya empat orang Wali nagari yang hadir dari total sembilan Wali nagari diantaranya Niko Hezwono Putra (Wali nagari Talang Kotopulai Tapan), Ari setiawan (Wali nagari Sungai Pinang Tapan), Zarseptrawardi (Wali nagari Batang Arah Tapan), Agung Adetya pratama (Wali nagari Ampang Tulak Tapan). Sementara itu dua camat dan lima Wali nagari lainnya berhalangan menghadiri acara.
Meski begitu acara tetap berjalan lancar dan kondusif, serta mengundang antusiasme masyarakat menghadirinya. Dalam diskusi berbagai isu yang ada dilingkungan masyarakat dibahas seperti pendidikan, ekonomi, sarana yang ada dilingkungan masyarakat dan lainnya.
Wali Nagari Talang Kotopulai, Niko Hezwono Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan program sanggar pendidikan yang di dalamnya terdapat sanggar seni, sanggar musik, sanggar bagian keolahragaan dan lain-lain, untuk meningkatkan minat dan bakat anak-anak nagari.
“Kami memiliki program sanggar pendidikan berupaya untuk meningkatkan minat dan bakat anak yang ada di daerah kami,” ujarnya.
Selain itu, Wali Nagari Batang Arah Zarseptrawardi menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia untuk mengoptimalkan potensi nagari, sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan produktif.
Sementara itu, Wali Nagari Sungai Pinang, Ari Setiawan menyampaikan rencana pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan, pertanian, dan perkebunan, dengan harapan masyarakat dapat menciptakan peluang kerja secara mandiri di nagari.
Adapun Wali Nagari Ampang Tulak Agung, Adetya Pratama ingin berfokus pada peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, melalui pemberian beasiswa maupun penguatan akses ke program beasiswa Baznas.
Dari pemaparan yang telah disampaikan oleh masing-masing Wali nagari tentang pembangunan yang akan dilaksanakan, sontak hal tersebut mendapat respon positif dari masyarakat yang hadir dan mendorong antusiasme untuk mendukung program-program yang telah dipaparkan dan akan dilaksanakan oleh masing-masing Wali nagari tersebut.
Adapun sejumlah gagasan strategis yang mengemuka dari para peserta diskusi meliputi penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, kebutuhan akan regulasi pembangunan yang jelas dan berpihak pada masyarakat, serta perhatian serius terhadap perlindungan dan pengelolaan hutan lindung di wilayah Tapan sebagai bagian dari keberlanjutan lingkungan dan masa depan pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah nagari dalam menyusun arah pembangunan di daerah Tapan yang partisipatif dan berkelanjutan serta transparansi informasi yang di sampaikan oleh pemerintah nagari dapat membuat masyarakat bisa antusias dalam membantu pembangunan nagari berupa pemberian kritik dan saran terbaik pada masing-masing daerah yang mengalami krisis maupun daerah yang berpotensi untuk dikembangkan. (*/vynn)
