Terima Bantuan Rp 750.000 dari Muslimat NU Jatim, Begini Komentar Warga Terdampak Bencana Maninjau

Muslimat NU Jatim serahkan bantuan untuk keluarga terdampak bencana banjir dan longsor di Maninjau. Bantuan ini amat bermanfaat diterima masyarakat. (Foto : ist)

MANINJAU, FOKUSSUMBAR.COM – Rumah hancur, rusak berat, dipenuhi material lumpur dan tak bisa dihuni lagi dihuni sebagaimana layaknya sebuah rumah. Bahkan ada warga yang tempat berusaha mencari nafkah kehidupan pun berantakan dilanda bencana.

“Alhamdulillah, adanya bantuan sebesar Rp 750.000 per kepala keluarga ini sangat membantu warga yang terdampak bencana. Atas nama pemerintahan Nagari Maninjau dan Sungai Batang dan masyarakatnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar kepada PW Muslimat NU Jawa Timur yang telah memberikan bantuan. Semoga bermanfaat bagi yang menerima dan menjadi ladang amal bagi donator,” kata Wali Nagari Maninjau, Harmen Yasin saat menerima rombongan dan penyerahan bantuan uang tunai langsung dari PW Muslimat NU Jawa Timur kepada warga, di Huntara Jorong Bancah nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Sabtu (14/2/2026).

Wali nagari Maninjau, Harmen Yasin menyampaikan terima kasih kepada Muslimat NU Jawa Timur yang sudah memberikan bantuan kepada warga Nagari Maninjau yang terkena bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Di nagari ini ada 234 kepala keluarga. Sebanyak 65 KK terkena dampak bencana.

Hunian sementara (Huntara) yang dibangun di Jorong Bancah Nagari Maninjau diperuntukan kepada 35 KK. Lahan yang ditempati pembangunan Huntara adalah milik Yayasan Pesantren Hamka. Lahan tersbut digunakan untuk berladang. Kini dimanfaatkan untuk Huntara, kata Harmen Yasin.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Jawa Timur Siti Mariyam Baharuddin, SH., M.H bersama Bendahara Muslimat NU Jawa Timur Siti Yatimah dan Wakil Sekretaris Muslimat NU Jawa Timur Hj. Amiratul Mukminah langsung menyerahkan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Jorong Bancah Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam.

Turut mendampingi Ketua PW Muslimat NU Sumatera Barat Riska Eka Putri, S.Pi, M.Si, dan pengurus Muslimat NU Sumbar lainnya.

Dikatakan Siti Mariyam, kami merasakan apa yang bapak/ibu rasakan yang terkena bencan banjir dang longsor. Maka Ketika mendengar bencana menimpa masyarakat di sini.

Muslimat NU Jawa Timur dengan 44 pengurus pimpinan cabangnya menggalang donasi bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumbar.

Di Sumbar diserahkan donasi sebesar Rp 300 juta untuk dua lokasi. Yakni di Kota Padang dan Kabupaten Agam, tutur Siti Mariyam.

“Menjelang ramadhan ini kami memberikan bantuan sebesar Rp 750.000 per kepala keluarga. Semoga dapat dijadikan menambahkan kebutuhan jelang Ramadhan, atau untuk apalah yang sangat dibutuhkan bagi bapak/ibu. Salam dari Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indahparawansa,” kata Siti Mariyam.

Zurni Yeti (70), sangat berterima kasih bantuan yang diberikan Muslimat NU Jawa Timur. Uang ini akan saya belikan papan triplek, batu dan bahan bangunan sebisanya.

Rumahnya yang berada di pinggir sungai hancur dilanda bencana banjir pukul 22.00 WIB malam hari. Rumah sebelumnya dibantu Bupati Agam dulunya berdinding bahan GRC, hancur dilanda banjir. Rumah tersebut dihuni bersama tiga anaknya yang sudah berkeluarga, dua anak lainnnya di rantau.

Nenek dengan 11 cucu ini, juga tinggal bersama dengan cucu yang sudah yatim. Sedangkan Dewita Rahmadani (40) juga menyebutkan, uang ini bisa membeli bahan bangunan sebisanya untuk memperbaiki rumah.

Dia Nanggola (38) bersama suaminya Ardiansyah (40), warga jorong Bancah Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, menceritakan peristiwa bencana yang melanda rumahnya.

Bencana yang datang tiba-tiba menghantam rumahnya sehingga tidak satupun yang bisa diselamatkan, kecuali dirinya serta anak-anak. Usaha pemancingannya pun luluh luntak. Kini sementara menumpang di rumah saudara suaminya. Alhamdulilah diberikan hunia sementara (huntara).

“Uang Rp 750.000 sangat membantu, digunakan membeli kebutuhan sekolah anak-anak yang kini dua orang siswa SMP dan satu orang masih SD. Uang ini bisa membeli kebutuhan sekolahnya berupa baju, buku, tas. Karena peralatan sekolahnya sudah habis dihantam bencana,” kata Dia Nanggola.

Rika Olivia (47) menyampaikan syukurnya menerima bantuan Rp 750.000.

“Ini saya belikan semen, pasir, untuk memperbaiki rumah yang rusak dilanda banjir. Kalau bantuan sembako sudah sering. Ini uang tunai yang bisa dimanfaatkan memperbaiki rumah. Rumah saya berada di pinggir sungai, jadi ada 8 kali dilanda banjir besar sejak peristiwa banjir melanda Maninjau. Terima kasih donasi dari Muslimat NU Jawa Timur,” tutur Rika Olivia terharu tidak menyangka menerima uang tunai.

Berbeda dengan Marisa Sonita (39), bantuan sebesar Rp 750.000 digunakan untuk modal awal berjualan goreng Cireng Isi.

Marisa berjualan di Muaro Pisang Maninjau. Dirinya enam bulan lalu pulang dari rantau Lampung memulai usaha berjualan goreng Cireng Isi. Hanya beberapa bulan berjualan, bencana banjir menghancurkan semuanya. Rumah dan tempat berjualan berantakan.

“Alhamdulilah, uang bantuan ini bisa modal berjualan kembali. Terima kasih Muslimat NU Jawa Timur,” tutur Marisa. (armaidi)

Exit mobile version