“Langit Memanggil”

Oleh : Nurul Jannah*)

Ramadan turun perlahan,
sebagai getar yang merayap pelan ke dalam dada,
seperti langit yang mendekat,
menyentuh hati yang lama tertutup debu.

“Masihkah kau ingin pulang?”

Pertanyaan itu tidak meninggi.
Namun ia menghantam bagian terdalam diri kita.

Segala sibuk yang kita banggakan,
mendadak kehilangan makna.
Segala ambisi yang kita kejar,
mendadak terasa rapuh dan fana.

Ramadan tidak mengetuk.
Ia langsung membuka
ruang yang lama terkunci,
ruang yang menyimpan doa-doa yang tertunda,
dan janji-janji yang terlalu sering terabaikan.

Ramadan hadir sebagai cermin.

Ia mengajarkan lapar
agar kita sadar,
betapa sering kenyang membuat kita lupa bersyukur.

Ia mengajarkan dahaga
agar kita mengerti
betapa banyak hati yang haus perhatian, sementara kita terlalu sibuk dengan diri sendiri.

Ia mengajarkan sunyi
agar kita mulai berani
mendengar suara hati yang lama tertimbun riuh dunia.

Tahun ini,
aku tak ingin Ramadan hanya
lewat sebagai kalender yang berganti.

Aku tak ingin ia menjadi rutinitas yang hampa.

Aku ingin setiap takbir
mampu membelah segala ego.

Aku ingin setiap sujud
mampu meruntuhkan segala kesombongan.

Aku ingin setiap ayat
menjadi cahaya
di celah gelapku.

Ya Allah…

Jika Ramadan ini adalah undangan,
izinkan aku datang
dengan hati yang benar-benar kembali.

Jika Ramadan ini adalah cahaya, Ijinkan aku merasakan hangatnya dengan penuh syukur dan bahagia

Jika Ramadan ini adalah kesempatan,
Ijinkan,
Aku menjalaninya
dengan khusyuk, dengan khidmat.

Aku akan menjaga lisan ini,
Aku akan menundukkan ego ini,
Aku akan memeluk sabar lebih erat.

Aku akan memulai setiap fajar,
dengan niat yang bersih,
dan mengakhiri setiap malam,
dengan istighfar yang sungguh-sungguh.

Ya Allah…

Biarkan Ramadan
membongkar,
membersihkan,
mengguncang,
lalu memulangkan aku kepada-Mu, dengan hati yang benar-benar lebih bersih dan lebih jernih.🌹❤️

Bogor, 18 Februari 2026

Nurul Jannah adalah seorang dosen lingkungan di IPB University, lulusan doktor lingkungan dari Hiroshima University, penulis produktif, dan penggerak literasi*)

Exit mobile version