SENIN siang, 23 Februari 2026, aula SMAN 11 Padang terasa berbeda. Spanduk bertuliskan “Pisah Sambut Kepala SMAN 11 Padang” membentang di depan ruangan, menjadi penanda sebuah momen penting: perpisahan yang hangat sekaligus awal yang penuh harapan.
Di hadapan majelis guru, tenaga kependidikan, pengurus komite sekolah, serta sejumlah kepala SMA se-Kota Padang, estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Ikhwansyah kepada Musniwati.
Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Yul Ardi yang menyebutkan, kendati nomor 11 dan berada paling ujung di Kota Padang, secara kuantitas sudah melampaui beberapa sekolah di pusat Kota Padang.
“Dari segi prestasi, SMAN 11 juga tidak mau ketinggalan. Sejumlah lulusan sekolah ini diterima di perguruan tinggi favorit nasional dan Sumatera Barat,” sebut Yul Ardi.
Yul Ardi juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi kepemimpinan sebelumnya sekaligus menyemangati kepemimpinan yang baru.
“Atas nama Cabang Dinas Pendidikan, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ikhwansyah atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin SMAN 11 Padang. Kepada Ibu Musniwati, selamat bertugas. Lanjutkan yang sudah baik dan hadirkan semangat baru untuk kemajuan sekolah,” ujarnya.
Kepada Pengurus Komite SMAN 11, Yul Ardi mengatakan, “izinkan kami menjemput pak Ikhwansyah, dan menggantarkan buk Wati. Ikhlaskan yang kami jemput, dan mohon diterima yang antarkan,” ungkapnya.
Bagi warga sekolah, Ikhwansyah bukan sekadar kepala sekolah. Ia adalah sosok yang membersamai banyak proses—mulai dari rapat-rapat panjang, pembangunan fasilitas, persiapan lomba, hingga diskusi sederhana di ruang guru. Dalam sambutannya, ia tak menutupi rasa haru.
“SMAN 11 Padang sudah seperti rumah. Terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang luar biasa. Mohon doa agar saya dapat mengemban amanah di SMAN 12 Padang dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kini, ia dipercaya memimpin SMAN 12 Padang. Dengan penuh keyakinan, ia optimistis kepemimpinan baru akan membawa sekolah yang pernah dipimpinnya itu ke arah yang lebih baik.
“Meski baru menjabat kepala sekolah, dengan pengalaman, dedikasi, dan loyalitas yang dimiliki, Bu Musniwati mampu membawa SMAN 11 ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Musniwati yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala sekolah dan guru di SMAN 12 Padang, hadir membawa pengalaman serta optimisme ke lingkungan barunya. Dengan suara tenang namun mantap, ia menyampaikan komitmennya.
“Saya siap melanjutkan program-program unggulan yang telah dirintis kepala sekolah sebelumnya. Dengan kolaborasi guru, tenaga kependidikan, komite, dan seluruh warga sekolah, kita wujudkan SMAN 11 Padang yang semakin berprestasi dan berkarakter.”
Tepuk tangan bergema di seluruh ruangan. Ada rasa bangga, ada pula rasa kehilangan. Namun lebih dari itu, siang itu dipenuhi keyakinan bahwa perubahan adalah bagian dari perjalanan.
Penyerahan cendera mata menjadi simbol sederhana namun sarat makna: tongkat estafet telah berpindah tangan. Di antara senyum dan jabat tangan, terselip doa agar dua sekolah—SMAN 11 Padang dan SMAN 12 Padang—terus melangkah maju, menjemput prestasi dengan semangat baru. (hendri parjiga)
