Padang Pariaman Siap Rebut Juara Umum Porprov Sumbar Dari Kota Padang

Bupati dan KONI Padang Pariaman, Ketua KONI Sumbar dan panitia persiapan Porprov Sumbar 2026 foto bersama usai pertemuan, Kamis (5/3/2026). (Foto KONI Sumbar)

PARIK MALINTANG, FOKUSSUMBAR.COM — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menargetkan prestasi tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. Ia menegaskan tekad daerahnya untuk merebut gelar juara umum yang selalu didominasi Kota Padang.

Pada Porprov XV sebelumnya, Kabupaten Padang Pariaman finis di posisi kedua di bawah Kota Padang. Namun pada edisi 2026, John Kenedy Azis menegaskan tidak ingin lagi berada di posisi runner-up.

“Kami tidak mau menjadi nomor dua lagi. Insya Allah Padang Pariaman siap menjadi yang terbaik pada pelaksanaan Porprov XVI nanti. Ibarat pepatah, jangankan mau kalah, draw saja kami tak rela,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat koordinasi persiapan Porprov bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus dan panitia persiapan Porprov, di ruang pertemuan Bupati di Parik Malintang, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Steering Committee (SC) persiapan Porprov Syahrial Bakhtiar, Alnedral, Ketua Organizing Committee (OC) Septri, Kabid Humas KONI Sumbar, Hendri Parjiga, Sekretaris Umum PSSI Sumbar Hendra Dupa, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi Basir, Wakil Ketua Umum III Hepy Neldy, serta jajaran pengurus KONI dan kepala dinas terkait di lingkungan Pemkab Padang Pariaman.

Untuk mewujudkan target juara umum tersebut, Padang Pariaman juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga. Di antaranya renang, panjat tebing, sepak bola, tarung derajat, kriket, woodball, futsal, dan sambo.

“Terkait ini, saya minta pengurus KONI Padang Pariaman menjalin komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga agar cabor-cabor tersebut bisa diselenggarakan di Padang Pariaman,” ujar John Kenedy Azis.

Ia menyebutkan daerahnya memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang bisa dimanfaatkan, seperti sport hall berkapasitas sekitar 2.500 penonton serta keberadaan Stadion Utama Sumbar yang berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman, serta sejumlah fasilitas lainnya.

Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi Basir mengatakan pihaknya telah mulai menjajaki komunikasi dengan sejumlah pengurus provinsi cabang olahraga untuk memastikan kesiapan daerah menjadi tuan rumah pertandingan.

“Awalnya kita hanya merencanakan tiga cabang olahraga. Namun dengan semangat pak Bupati, dan setelah melakukan komunikasi dengan beberapa pengprov, peluangnya bertambah menjadi tujuh cabang olahraga bahkan lebih. Kami akan terus menjalin koordinasi agar Padang Pariaman bisa menjadi tuan rumah yang siap dan kompetitif,” ujar Asmadi.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee persiapan Porprov XVI, Septri menilai pelaksanaan Porprov juga bisa menjadi momentum menghidupkan kembali fasilitas olahraga di daerah, termasuk Stadion Utama Sumbar yang saat ini belum optimal dimanfaatkan.

“Jika pembukaan Porprov bisa digelar di Stadion Utama Sumbar, tentu ini menjadi momentum agar fasilitas yang selama ini terbengkalai bisa kembali mendapat perhatian dan dimanfaatkan,” kata Septri.

Meski demikian, John Kenedy Azis menyarankan seremoni pembukaan Porprov tetap diprioritaskan di Kota Padang karena memiliki fasilitas yang lebih representatif, seperti GOR H. Agus Salim.

“Padang punya GOR H. Agus Salim yang sangat representatif dan berada Ibu Kota Provinsi, sehingga gezahnya akan tampak,” katanya.

Namun, terdapat kendala karena pada Oktober mendatang GOR tersebut direncanakan mulai direhabilitasi.

“Jika memang Padang tidak sanggup menyelenggarakan seremoni pembukaan, Padang Pariaman akan segera membicarakannya untuk mengambil peluang ini,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi Stadion Utama Sumbar yang saat ini terbengkalai sehingga membutuhkan biaya tambahan apabila akan digunakan untuk kegiatan besar seperti seremoni pembukaan.

Dalam kesempatan itu, John Kenedy Azis meminta panitia persiapan Porprov segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait peran tuan rumah.

“Kami minta SOP yang jelas, supaya tahu apa yang harus disiapkan tuan rumah dan apa kewajiban KONI provinsi. Kita tidak ingin disaat penyelenggaraan nanti muncul masalah, karena ini juga berdampak pada prestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi semangat Pemerintah Kabupaten dan KONI Padang Pariaman dalam menyukseskan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar.

“Kami mengapresiasi semangat Bupati dan jajaran KONI Padang Pariaman yang menunjukkan komitmen kuat untuk menyukseskan Porprov 2026. Dukungan kepala daerah sangat penting, baik dalam hal kesiapan penyelenggaraan maupun peningkatan prestasi atlet,” ujar Hamdanus.

Ia menyebutkan saat ini terdapat 11 daerah di luar Kota Padang yang menyatakan komitmen kesiapan menjadi tuan rumah bersama Porprov XVI, termasuk Kabupaten Padang Pariaman.

Menurutnya, ada empat syarat utama bagi kabupaten/kota untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga pada Porprov.
Pertama, surat rekomendasi dari pengurus provinsi cabang olahraga. Kedua, surat penetapan cabang olahraga tuan rumah dari KONI kabupaten/kota. Ketiga, surat persetujuan kepala daerah. Keempat, surat kesanggupan menyediakan sarana dan prasarana teknis cabang olahraga.

“Empat poin itu diserahkan ke KONI Sumbar dan selanjutnya diputuskan dalam rapat koordinasi teknis anggota KONI Sumbar sebelum ditetapkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI 2026,” jelas Hamdanus. (jiga)

Exit mobile version