BAGI banyak orang, Ramadan identik dengan ritme kerja yang melambat. Namun bagi pakar komunikasi dan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana, bulan suci justru menjadi momentum untuk semakin produktif.
Sepanjang Ramadan 2026, ia menjalani rangkaian kegiatan padat lintas provinsi—dari Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Jawa Timur—untuk berbagi inspirasi, komunikasi efektif, dan motivasi kepada berbagai kalangan.
Awal Ramadan tahun ini dimulai Dr. Aqua Dwipayana di Sumatera Utara. Selama beberapa hari ia menjalani kegiatan di tiga daerah sekaligus: Kota Medan, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Simalungun.
Agenda utamanya adalah Sharing Komunikasi dan Motivasi, sebuah program yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khasnya. Dalam kegiatan tersebut Dr. Aqua tidak sekadar memberi ceramah, tetapi berdialog langsung dengan peserta, berbagi pengalaman, serta menanamkan pentingnya komunikasi yang jujur, positif, dan membangun.
“Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar, bahkan hasilnya melebihi yang saya bayangkan. Ini sepenuhnya karena pertolongan Tuhan,” ungkapnya penuh syukur.
Usai menuntaskan agenda di Sumatera Utara, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara itu, kembali ke rumahnya di Bogor, Jawa Barat. Akhir pekan dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga—istri dan anak-anak—sebuah momen yang selalu ia jaga di tengah mobilitasnya yang tinggi.
Bagi pria yang dikenal luas sebagai pembicara motivasi ini, keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga adalah prinsip hidup yang tidak boleh diabaikan.
“Kerja itu penting, tetapi kebersamaan dengan keluarga juga harus dijaga. Itulah keseimbangan hidup,” katanya.
Tidak lama berselang, aktivitas kembali dimulai. Awal pekan berikutnya ia berada di Sentul, Kabupaten Bogor, untuk memotivasi puluhan karyawan Edensor Hills Villa Resort & Cafe. Sesi yang berlangsung sekitar dua jam terasa cepat berlalu karena tingginya antusiasme peserta.
Diskusi berjalan hangat, penuh interaksi dan tanya jawab.
Begitu kegiatan selesai, Dr. Aqua Dwipayana langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan berikutnya adalah ke Makassar, Sulawesi Selatan. Ia terbang menggunakan maskapai Sriwijaya Air dan tiba pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026.
Waktu istirahatnya sangat singkat. Hanya beberapa jam berada di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, ia sudah kembali menjalani agenda.
Pagi harinya mantan wartawan di banyak media besar nasional itu berbagi motivasi di Bank Muamalat Kantor Cabang Utama Makassar, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan serupa pada siang hari di hotel tempatnya menginap.
Meski menjalani ibadah puasa dan jadwal yang padat, energi dan semangatnya tetap terlihat prima.
Perjalanan berikutnya berlanjut ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Dengan penerbangan pertama dari Makassar menggunakan Lion Air, Dr. Aqua tiba di kota tersebut untuk agenda singkat.
Hanya sekitar enam setengah jam berada di Kendari, namun waktunya dimanfaatkan secara maksimal untuk bertemu sejumlah pejabat dan pengusaha setempat.
Dari Kendari, pria yang berasal dari Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat itu kembali ke Jakarta pada Jumat siang. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Dr Aqua tidak langsung pulang ke Bogor. Ia terlebih dahulu menghadiri acara buka puasa bersama di Hotel Aston Kartika Grogol Jakarta.
Acara tersebut berlangsung hangat bersama Komisaris dan General Manager hotel tersebut, Mayjen TNI (Purn) Syachriyal Siregar dan Sutan Aulia Masjhoerdin.
Sekitar pukul 22.00 malam Dr. Aqua baru tiba di rumahnya di Bogor. Satu jam kemudian ia beristirahat.
Namun rutinitas padat kembali menanti.
Senin pagi, 9 Maret 2026, setelah menunaikan salat Subuh, Dr. Aqua Dwipayana kembali menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pukul 08.30 ia terbang ke Surabaya menggunakan Lion Air. Setibanya di kota tersebut, sederet agenda sudah menunggu hingga malam hari.
Menurut rencana, rangkaian aktivitas ini masih akan berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Menjelang Lebaran, ia dijadwalkan berada di Yogyakarta sebelum akhirnya kembali ke Bogor.
Bagi Dr. Aqua Dwipayana, Ramadan bukan alasan untuk mengurangi produktivitas. Justru sebaliknya, bulan suci menjadi momentum untuk semakin banyak berbagi energi positif kepada masyarakat.
“Meski sedang berpuasa, semangat dan produktivitas justru meningkat. Semua kegiatan berjalan lancar. Alhamdulillah,” ujarnya.
Melalui perjalanan panjang lintas kota dan provinsi itu, Dr. Aqua Dwipayana terus menegaskan satu hal: komunikasi yang baik, motivasi yang tulus, dan silaturahim yang kuat adalah energi besar untuk membangun bangsa. (hendri parjiga)
