Dr. Septri Raih Summa Cum Laude di UNP, Dari Atlet Karate ke Doktor Inspiratif

Dr. Septri mendapatkan ucapan selamst dari Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T pada prosesi wisuda, Minggu (5/4/2026). (Foto Ist)

DI tengah suasana khidmat di Auditorium Universitas Negeri Padang, Minggu (5/4/2026), satu nama dipanggil dengan kebanggaan tersendiri: Dr. Septri, S.Si., M.Pd

Langkahnya menuju panggung wisuda terasa lebih dari sekadar seremoni akademik. Di balik toga yang dikenakan, tersimpan perjalanan panjang—dari arena pertandingan, pinggir tatami, hingga ruang-ruang pembinaan olahraga.

Rektor UNP, Krismadinata, secara langsung mewisuda Septri. Ia tidak hanya menyandang gelar doktor, tetapi juga meraih predikat yudisium Summa Cum Laude sebuah capaian tertinggi dalam dunia akademik yang menegaskan konsistensi dan kualitasnya.

Nama Septri bukanlah sosok asing di dunia olahraga Sumatera Barat. Ia mengawali perjalanan sebagai atlet karate, mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan. Namun, seperti banyak atlet besar lainnya, ia tidak berhenti saat masa tanding usai. Septri memilih jalur pengabdian: menjadi pelatih.

Dari tangan dinginnya, lahir sejumlah atlet yang mampu menembus level nasional. Tak puas sampai di situ, Septri melanjutkan kiprah sebagai wasit hingga level Asia. Puncaknya, ia mengantongi lisensi dari Asian Karate Federation (AKF) pada 2025 di Sri Lanka, sebuah pencapaian bergengsi di dunia perwasitan karate internasional.

Kesibukan di dunia olahraga tidak menghalangi langkahnya di dunia akademik. Gelar doktor dengan predikat tertinggi menjadi bukti bahwa disiplin seorang atlet mampu menjelma menjadi ketekunan ilmiah.

Kini, Septri mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumatera Barat sekaligus dipercaya menjadi Ketua Porprov Sumbar 2026. Posisi ini menempatkannya di garis depan dalam mendorong kemajuan olahraga daerah.

Keluarga sebagai Energi

Di balik capaian tersebut, ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan. Sang istri, Fithria Sari, SE, seorang ASN di Biro Hukum Kantor Gubernur Sumbar, setia mendampingi perjalanan panjang ini.

Pasangan ini dikaruniai tiga anak: Ahsan Ikhsanur Mesi, Ghania Noor Alesha dan Rhumaisha Noor Almera

Bagi Septri, keluarga bukan sekadar pendukung, tetapi juga alasan untuk terus melangkah.

Ucapan selamat pun mengalir deras, terutama dari jajaran KONI Sumbar, praktisi olahraga, atlet, hingga para pelatih. Capaian ini menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia olahraga Sumatera Barat.

Lebih dari sekadar gelar, kisah Septri adalah tentang konsistensi—tentang bagaimana seseorang mampu melampaui batas peran, dari atlet, pelatih, wasit internasional, hingga akademisi dan organisator.

Di tengah dinamika olahraga yang terus berkembang, sosok seperti Septri menjadi pengingat bahwa prestasi bukanlah garis akhir, melainkan perjalanan panjang yang terus dijaga dan diperjuangkan. (hendri parjiga)

Exit mobile version