Peringati HJK ke-78 Pesisir Selatan, Momentum Perkuat Sinergi Ranah dan Rantau untuk Pembangunan Berkelanjutan

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama Wabup Risnaldi berswafoto dengan pimpinan DPRD dan forkopimda serta tokoh masyarakat dalam rangkaian memperingati HJK ke-78 Pesisir Selatan. (foto; ist)

PAINAN, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan menggelar rapat paripurna DPRD dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten (HJK) ke-78, Rabu (15/4/2026), di lantai II Gedung Painan Convention Centre (PCC).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Pesisir Selatan, Dani Sopian, yang menegaskan bahwa peringatan HJK bukan sekadar seremoni, tetapi ajang mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi penguat sinergi antara ranah dan rantau dalam membangun Pesisir Selatan yang lebih maju,” ujarnya.

Ia menyebutkan, peringatan hari jadi menjadi hari istimewa yang menyatukan masyarakat dari utara hingga selatan, mulai dari Siguntur hingga Lunang Silaut. Persatuan tersebut dinilai sebagai modal sosial penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dani juga mengajak seluruh pihak untuk mengoptimalkan potensi daerah di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan pariwisata sebagai penopang ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, DPRD turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim atas pengabdian selama dua tahun memimpin daerah tersebut.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyampaikan bahwa peringatan HJK bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat. Ia menjelaskan bahwa 15 April 1948 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kita tidak sekadar memperingati tanggal, tetapi menghidupkan kembali perjalanan panjang daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan, di antaranya penurunan angka kemiskinan menjadi 6,52 persen pada 2025 dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 73,72. Selain itu, angka harapan hidup meningkat, prevalensi stunting menurun, serta reformasi birokrasi menunjukkan kemajuan signifikan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan seperti perlambatan ekonomi, ketimpangan wilayah, keterbatasan infrastruktur, serta ancaman bencana seperti banjir dan abrasi.
Untuk itu, Pemkab tetap menjalankan program strategis pada 2026, termasuk pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, dan penguatan sektor ekonomi.

“Ke depan, Pesisir Selatan tidak hanya berjalan, tetapi harus mampu melompat menjadi daerah yang maju dan berkeadilan,” tegasnya.

Tokoh masyarakat, Prof Kurnia Warman, menilai peringatan HJK ke-78 mencerminkan ketahanan dan kemajuan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia agar mampu mengoptimalkan kekayaan alam yang dimiliki daerah.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus aktif berperan dalam pembangunan,” ujarnya.

Perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Plh Sekda Ahmad Zakri turut mengapresiasi pelaksanaan HJK ke-78 sebagai bentuk komitmen pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama pengembangan kawasan Bukit Ameh, penyerahan dividen Bank Nagari, serta penghargaan kepada koperasi berprestasi.

Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, tokoh masyarakat, alim ulama, serta perantau yang tergabung dalam PKPS.

Dengan semangat HJK ke-78, Pesisir Selatan diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan berkeadilan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. (mon)

Exit mobile version