Pemerintah Hentikan Sementara Pembinaan SPOBNAS 2026 Mulai 25 April, Sumbar Ada 23 Atlet

Gedung asrama atlet PPLP Sumbar di bawah pengelolaan UPTD Kebakatan Olahraga Dispora Sumbar. Sebanyak 23 atlet siswa SPOBNAS dibina di sini. (Foto ist)

JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM— Pemerintah resmi menghentikan sementara seluruh kegiatan pembinaan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) tahun anggaran 2026 mulai 25 April 2026. Kebijakan ini tertuang dalam surat bernomor B/PR.03.00/4.13.8/SET/IV/2026 tertanggal 13 April 2026.

Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Kementerian, Gunawan Suswantoro, sebagai tindak lanjut dari arahan Kementerian Keuangan Republik Indonesia terkait penajaman belanja kementerian/lembaga tahun anggaran 2026.

Dalam surat itu ditegaskan, penghentian dilakukan untuk kepentingan evaluasi dan efisiensi anggaran program pembinaan olahraga nasional.

Adapun bunyi poin utama dalam surat tersebut menyatakan: “Seluruh kegiatan pembinaan SPOBNAS untuk sementara dihentikan mulai tanggal 25 April 2026 sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.”

Selain penghentian sementara, pemerintah juga meminta seluruh pengelola SPOBNAS di daerah melakukan peninjauan ulang terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun.

“Perlu dilakukan peninjauan dan penghitungan kembali terhadap Rincian Anggaran Biaya (RAB) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran serta optimalisasi penggunaan dana agar lebih tepat sasaran,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Pengelola di 38 provinsi diminta segera mengidentifikasi realisasi penggunaan anggaran periode Januari hingga April 2026, khususnya pada komponen belanja esensial seperti honorarium, konsumsi atlet, dan perjalanan dinas atlet.

Sementara itu, sejumlah komponen dinyatakan tidak dialokasikan, meliputi pengadaan peralatan latihan, seragam, pelaksanaan tes seleksi atlet, hingga kegiatan try out atau uji coba.

Seluruh laporan realisasi anggaran wajib dilengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan dan disampaikan paling lambat 30 April 2026 melalui sistem yang telah ditentukan.

Surat ini juga ditembuskan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagai pemangku kepentingan utama dalam pembinaan olahraga nasional.

Kebijakan penghentian sementara ini diperkirakan berdampak pada program latihan atlet di berbagai daerah. Namun, pemerintah menegaskan langkah tersebut bersifat sementara guna memastikan penggunaan anggaran negara lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

Bagaimana dengan Sumbar? Saat ini, tercatat sebanyak 23 atlet SPOBNAS di Sumatera Barat yang dibina di PPLP Sumbar. Mereka berasal dari dua cabang olahraga, yakni sepak bola dan atletik. Mereka menjadi kelompok yang terdampak langsung oleh kebijakan penghentian sementara tersebut. (jiga)

Exit mobile version