DI tengah pergerakan besar birokrasi Kota Padang, satu nama yang ikut mencuri perhatian adalah Dr. Ikhwansyah, S.Kom., M.Kom.
Dari posisi lamanya sebagai kepala sekolah, ia kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebelum menduduki jabatan strategis ini, Ikhwansyah juga dikenal sebagai Kepala SMAN 12 Padang, yang semakin menguatkan rekam jejaknya di dunia pendidikan.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Fadly Amran dalam sebuah prosesi khidmat di Aula Bagindo Aziz Chan, kompleks Balai Kota Padang, Aie Pacah, pada Senin (4/5/2026).
Momentum ini menjadi bagian dari perombakan besar jajaran pejabat di lingkungan Pemko Padang.
Ikhwansyah bukan wajah baru di dunia pendidikan. Lahir di Padang Panjang, 26 Juli 1984, ia dikenal sebagai figur yang “hidup” di lingkungan sekolah. Mulai dari guru, fasilitator, hingga kepala sekolah.
Pengalamannya memimpin sekolah, termasuk di SMAN 12 Padang, menjadikannya sosok yang paham betul dinamika pendidikan dari level paling dasar.
Jejak prestasinya pun solid. Ia pernah meraih Guru Berprestasi Kota Padang (2017) dan Provinsi Sumatera Barat (2018), serta aktif dalam berbagai forum nasional dan internasional, mulai dari short course di India hingga kegiatan pendidikan di Malaysia, Singapura, dan Bangkok.
Dalam profil pribadinya, Ikhwansyah menggambarkan dirinya sebagai seorang pendidik yang terus belajar dan ingin berbagi.
Filosofi ini bukan sekadar jargon, tapi tercermin dari kiprahnya sebagai fasilitator Guru Penggerak, penggerak MGMP TIK, hingga keterlibatan dalam pengembangan sistem pembelajaran digital di Sumbar.
Ikhwansyah dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif dan adaptif. Dua hal yang menjadi kunci penting di era birokrasi modern.
Tantangan Baru di Disdikbud
Sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ikhwansyah akan berada di posisi sentral dalam menggerakkan roda kebijakan pendidikan di Kota Padang.
Ia dituntut mampu menerjemahkan visi besar pemerintah daerah ke dalam program nyata yang menyentuh sekolah, guru, hingga peserta didik.
Dengan latar belakang pendidikan teknologi dan pengalaman panjang di dunia sekolah, Ikhwansyah dinilai memiliki modal kuat untuk mendorong transformasi pendidikan, termasuk digitalisasi layanan dan peningkatan kualitas SDM.
Menanggapi amanah barunya, Ikhwansyah menyampaikan komitmennya secara sederhana namun tegas:
“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi ruang untuk memperluas manfaat. Pendidikan itu kerja bersama. Tugas saya memastikan sistemnya berjalan, orang-orangnya bergerak, dan inovasi terus hidup.”
Sejalan dengan arahan Wali Kota Padang agar setiap pejabat melahirkan inovasi dan kerja nyata, kehadiran Ikhwansyah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan membawa energi baru.
Ikhwansyah datang bukan hanya sebagai birokrat, tapi sebagai pendidik yang memahami kebutuhan lapangan.
Kini, publik menanti langkah-langkah konkret yang akan dihadirkan. Bagaimana pengalaman panjangnya di dunia pendidikan mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Kota Padang. (hendri parjiga)
