PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Cabang olahraga (Cabor) Gulat sayangkan sikap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar mengenai pembatasan kelas yang ikut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XVI yang akan dilaksanakan awal Oktober 2026.
KONI Sumbar membatasi jumlah kelas ikut Porprov hanya untuk kelas yang di pertandingan pada PON, tentu ini akan berdampak kepada pembinaan atlet salah satunya cabor gulat.
“Gulat merupakan salah satu cabor yang memiliki pola pembinaan yang baku dan disusun. Sesuai dengan pembinaan yang ada disetiap cabor dan krateristiknya serta kondisi setiap cabor. Dengan hasil pembinaan yang berkesinambungan melalui Porprov telah membuahkan hasil banyak atlet muda yang berhasil muncul di tingkat nasional,” ujar Ediswal, sesepuh gulat Sumbar yang juga mantan atlet gulat nasional kepada awak media, Senin (11/5/2026).
Dia menambahkan, Husnul Amri, Randa dan lainnya adalah atlet gulat cabang prestasi tapi harus diakui sangat sedikit peminatnya, Porprov dapat meraup atlet muda berbakat.
Ediswal mengatakan, beberapa Pengprov telah membuat surat untuk menanyakan cabor ikut dalam Porprov agar atlet dapat mempersiapkan diri apalagi berat badan sangat menentukan posisi untuk bisa bermain.
“Cabor gulat sangat sulit untuk mencari atlet yang turun di kelas PON karena di gulat atlet tidak banyak beda dengan cabor beladiri lainnya yang memiliki dojo, sasaran dan sasana,” terang pengurus PGSI ini.
Mantan atlet peraih emas PON ini sangat menyayangkan kalau ini terjadi maka yang akan bertanding nantinya pasti sedikit dan tentu pencarian bakat akan terhambat.
“Jika itu terjadi maka kita yakin hanya berapa atlet yang akan bertanding nantinya dan juga pencarian bibit akan terhambat, karena atlet junior dan kadet yang turun di Porprov merupakan atlet yang dipersiapkan sebagai atlet pelapis jika seniornya pensiun,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ediswal meminta kepada KONI Sumbar untuk bisa menimbang kembali keputusan tersebut karena ini akan berdampak terhadap pembinaan nantinya. (nal)
