Beberapa Jejak Tidak Ditinggalkan oleh Manusia, Novel Horor Penulis Muda Mulai jadi Perbincangan

Faaiz Naufal Syahputra, penulis novel horor psikologis berjudul "Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat". (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Nama Faaiz Naufal Syahputra mulai menarik perhatian kalangan pembaca muda setelah kemunculan novel horor psikologis berjudul Jejak “Dari Dunia Yang Tak Terlihat”.

Buku tersebut disebut menghadirkan nuansa berbeda dibanding novel horor pada umumnya lebih sunyi, lebih emosional, dan meninggalkan rasa tidak nyaman bahkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Penulis muda berdarah Minangkabau itu sebelumnya dikenal aktif menulis puisi, artikel sosial, budaya, dan literasi di berbagai media nasional.

Novel horor “Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat”. (foto; ist)

Namun kali ini, ia memilih memasuki ruang yang lebih gelap: dunia ketakutan manusia yang tak selalu bisa dijelaskan logika.

Pembaca tidak hanya diajak menyaksikan teror, tetapi juga menyelami tekanan psikologis, kehilangan, dan rahasia yang perlahan membuka sesuatu yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan biasa.

Lahir pada 16 Maret 2005, Faaiz merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang aktif dalam dunia literasi sejak usia muda. Meski masih muda, gaya penulisannya dinilai matang dan memiliki atmosfer kuat yang membuat pembaca larut dalam cerita.

Melalui novel tersebut, Faaiz seperti ingin menyampaikan bahwa ketakutan terbesar manusia bukanlah apa yang terlihat, melainkan apa yang diam-diam hadir tanpa disadari.

Dan mungkin, seperti judul bukunya, memang ada jejak yang tidak pernah ditinggalkan oleh manusia. (patra)

Exit mobile version