BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Suasana haru bercampur bangga memenuhi Aula Student Centre Universitas Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Sabtu kemarin (23/05/2026).
Air mata tak terbendung mengalir ketika 199 siswa SMP Islam Al Ishlah resmi diwisuda dalam Wisuda Tahfidzh dan Perpisahan Generasi ke-19 — sebuah momen yang membuktikan bahwa menghafal Al-Qur’an di usia sekolah menengah bukan hal yang mustahil.
Prosesi wisuda yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh Perwakilan Pemda Kota Bukittinggi, Fachrul Razi selaku Camat Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Aswardi selaku Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Zulhelmi selaku Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Ishlah, para orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti nyata perhatian dan kepercayaan masyarakat Bukittinggi terhadap lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri kokoh selama hampir dua dekade ini.
Salah seorang perwakilan orang tua siswa, Rina, S.Pd., M.Pd., tampil menyampaikan sambutan yang menyentuh hati hadirin. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh majelis guru SMP Islam Al Ishlah yang telah mendidik dan membimbing putra-putri mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan selama tiga tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh majelis guru SMP Islam Al Ishlah yang telah mendidik anak-anak kami dengan sabar. Semoga anak-anak kami menjadi generasi yang saleh dan salehah serta selalu berbakti kepada kedua orang tua,” ucapnya.
Kepala SMP Islam Al Ishlah, Busyra, S.Pd., dalam pidatonya menegaskan bahwa wisuda tahfidzh ini bukanlah penanda berakhirnya tanggung jawab para siswa, melainkan justru merupakan titik tolak untuk melangkah lebih jauh dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.
“Wisuda Tahfidzh SMP Al Ishlah ini bukan akhir dari sekolah. Teruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetap semangat belajar, jaga akhlak, dan harumkan nama sekolah serta keluarga,”pesannya.
Kepala SMP Islam Al Ishlah juga menyampaikan kabar yang membuat seluruh hadirin bertepuk tangan bahwa SMP Islam Al Ishlah berhasil meraih peringkat pertama dalam Asesmen Sekolah Berstandar Nasional (ASBN) tahun 2026.
Prestasi gemilang itu lahir dari kerja keras siswa kelas 9 yang didampingi oleh seluruh guru dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar Al Ishlah.
Di balik prosesi wisuda yang megah, tersimpan kisah perjuangan panjang ratusan siswa dalam menghafal kalam Allah. Dari total 199 wisudawan, satu siswa berhasil menorehkan pencapaian luar biasa dengan menghafal 15 juz Al-Qur’an, disusul masing-masing satu siswa yang menyelesaikan 13 juz dan 11 juz.
Pada level hafalan 10 juz, terdapat 3 siswa yang berhasil mencapainya, sementara 2 siswa menyelesaikan 9 juz dan 4 siswa menuntaskan 8 juz. Tak kurang dari 9 siswa meraih hafalan 7 juz dan 7 siswa mencapai 6 juz.
Adapun sebagian besar wisudawan berada pada capaian hafalan 3 hingga 5 juz. Sebanyak 20 siswa berhasil menyelesaikan 5 juz, 59 siswa menuntaskan 4 juz, dan kelompok terbesar yakni 81 siswa meraih hafalan 3 juz. Sementara itu, 12 siswa menggenapi perjuangannya dengan hafalan 2 juz.
Keseluruhan pencapaian hafalan ini menjadi cerminan nyata bahwa program tahfidzh yang diterapkan SMP Islam Al Ishlah mampu melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan hafalan Al-Qur’an. Sebagai pondasi terbentuknya generasi Qur’ani yang berintelektul tinggi.
Sesuai dengan janji Allah SWT bahwa kemuliaan besar bagi penghafal Al-Qur’an (hafidz). Di dunia, mereka diberi ketenangan hidup dan diangkat menjadi “keluarga Allah”. Di akhirat, mereka akan ditinggikan derajatnya ke surga sesuai jumlah ayat yang dihafal, dianugerahi mahkota cahaya, dan mampu memberi syafaat bagi keluarganya.
Rangkaian acara wisuda diakhiri dengan prosesi penyerahan piagam penghargaan kepada para siswa berprestasi yang didampingi langsung oleh orang tua masing-masing. Sesi foto bersama antara siswa, guru, dan orang tua pun menjadi momen yang penuh keakraban dan kehangatan, mengabadikan kenangan indah yang akan selalu diingat oleh setiap peserta.
Keseluruhan acara berjalan dengan lancar, penuh kebersamaan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh yang hadir. Wisuda Generasi ke-19 SMP Islam Al Ishlah ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan sebuah proklamasi bahwa generasi Qur’ani Bukittinggi tengah tumbuh dan siap membawa harum nama agama, keluarga, dan kota.
Ditulis: Devi Triana, S.Pd. (Guru SMP Islam Al Ishlah Bukittinggi)
