Oleh : Siti Kholijah*)
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Pulau Sumatera. Hampir setiap tahun, berbagai daerah di Sumatera mengalami banjir dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari genangan ringan hingga banjir besar yang merendam permukiman, lahan pertanian, serta infrastruktur vital.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir bukan lagi peristiwa alam semata, melainkan masalah lingkungan dan tata kelola wilayah yang perlu mendapat perhatian serius.
Penyebab Banjir di Sumatera
Banjir di Sumatera disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Curah hujan yang tinggi, terutama pada musim hujan, menjadi faktor alam utama yang memicu terjadinya banjir. P
ulau Sumatera dilalui oleh banyak sungai besar, seperti Sungai Musi, Batanghari, dan Indragiri, yang berpotensi meluap ketika debit air meningkat secara signifikan.
Selain faktor alam, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia turut memperparah risiko banjir. Deforestasi yang terjadi akibat penebangan hutan secara ilegal, pembukaan lahan secara besar-besaran, serta alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan permukiman menyebabkan berkurangnya daya serap tanah terhadap air hujan.
Di sisi lain, sistem drainase yang buruk, pendangkalan sungai akibat sedimentasi, dan penyempitan alur sungai juga memperbesar kemungkinan terjadinya banjir.
Dampak Banjir
Dampak banjir di Sumatera sangat luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Dari segi sosial, banjir menyebabkan masyarakat harus mengungsi, kehilangan tempat tinggal, serta menghadapi risiko penyakit seperti diare, demam, dan infeksi kulit akibat lingkungan yang tidak sehat.
Aktivitas pendidikan dan sosial masyarakat pun sering terhenti sementara waktu.
Dari segi ekonomi, banjir menimbulkan kerugian yang besar. Lahan pertanian dan perkebunan yang terendam menyebabkan gagal panen, sementara aktivitas perdagangan dan transportasi menjadi terganggu.
Selain itu, kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum membutuhkan biaya besar untuk perbaikan dan pemulihan.
Banjir juga berdampak negatif terhadap lingkungan, antara lain pencemaran air, rusaknya ekosistem sungai, serta hilangnya habitat berbagai jenis satwa. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Wilayah Rawan Banjir di Sumatera
Beberapa wilayah di Sumatera dikenal sebagai daerah rawan banjir, khususnya daerah dataran rendah dan wilayah yang berada di sepanjang daerah aliran sungai.
Provinsi seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Barat, dan Aceh sering mengalami banjir, baik akibat hujan dengan intensitas tinggi maupun luapan sungai besar. Faktor geografis dan kondisi lingkungan yang kurang terjaga menjadi penyebab utama tingginya risiko banjir di wilayah-wilayah tersebut.
Peran Pemerintah dan Teknologi
Dalam upaya mengurangi risiko banjir, peran pemerintah sangat penting, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menyusun kebijakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, menegakkan hukum terhadap pelaku perusakan hutan, serta merencanakan tata ruang wilayah yang memperhatikan aspek kebencanaan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu solusi dalam penanggulangan banjir. Sistem peringatan dini berbasis cuaca dan hidrologi dapat membantu masyarakat dan pemerintah melakukan langkah antisipasi sebelum banjir terjadi.
Selain itu, teknologi pemetaan daerah rawan banjir sangat bermanfaat dalam perencanaan pembangunan agar tidak dilakukan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Upaya Penanggulangan Banjir
Penanggulangan banjir di Sumatera perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain reboisasi dan pelestarian hutan, penghentian penebangan liar, serta perlindungan daerah resapan air.
Normalisasi sungai, perbaikan sistem drainase, serta pembangunan tanggul dan waduk juga menjadi langkah teknis yang penting.
Selain itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana sangat diperlukan agar dampak banjir dapat diminimalkan.
Masyarakat perlu dibekali pengetahuan tentang langkah-langkah penyelamatan diri, evakuasi, serta pengelolaan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Banjir di Sumatera merupakan masalah kompleks yang membutuhkan perhatian serius dan solusi jangka panjang. Dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, perencanaan wilayah yang baik, serta kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, risiko banjir dapat dikurangi.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung kesejahteraan masyarakat Sumatera di masa depan. []
Mahasiswa PBA UIN Imam Bonjol Padang*)




