Oleh : Dwi Riezki*)
Remaja merupakan masa perkembangan yang penuh dinamika, terutama terkait dengan aspek emosional yang sangat labil. Pada tahap ini, mereka mengalami berbagai perubahan cepat dalam suasana hati, yang bisa dipicu oleh banyak faktor seperti tekanan akademik, hubungan sosial, atau perubahan identitas diri.
Musik sebagai salah satu medium hiburan yang sangat akrab dengan kehidupan anak remaja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi mood mereka. Melalui berbagai jenis genre dan lirik, musik dapat menimbulkan respon emosional yang beragam, mulai dari rasa bahagia, ketenangan, hingga suasana hati yang sedih atau mellow.
Fenomena ini tidak terlepas dari kemampuan musik dalam mengaktifkan sistem kimia otak yang berkaitan dengan kesenangan dan pengurangan stres, termasuk produksi dopamin. Remaja sering menggunakan musik sebagai sarana untuk menyalurkan emosi dan mengekspresikan diri, sekaligus sebagai media pengaturan mood yang efektif. Namun, pengaruh musik terhadap emosi remaja tidak selalu positif.
Artikel ini akan mengkaji secara komprehensif bagaimana musik memengaruhi mood anak remaja, dengan meninjau berbagai perspektif ilmiah. Pembahasan mencakup efek positif musik dalam menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan, serta potensi dampak negatif yang perlu diwaspadai.
Melalui kajian ini, diharapkan dapat ditemukan cara-cara efektif untuk memanfaatkan musik sebagai alat bantu dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan emosional remaja di masa perkembangan mereka yang krusial
Musik dan remaja adalah dua hal yang tidak terpisahkan pada Era Globalisasi seperti ini. Musik kian berkembang dan bervariasi jenisnya seperti Pop, Jazz, Rap, dan Ballad. Hal tersebut tentunya mempunyai dampak positif dan negatif bagi psikologis remaja yang mendengarkannya, ditambah, masa remaja adalah masa di mana mereka berusaha menemukan jati diri dan memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi.
Remaja seringkali memiliki masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi emosi serta kesejahteraan mereka. Namun, ada beberapa cara untuk membantu remaja mengatasi stres dan mengurangi kecemasan, salah satunya ialah dengan mendengarkan musik. Musik adalah cara yang sangat efektif untuk menghilangkan stress, membangkitkan semangat, dan membantu remaja merasa lebih tenang (Naya Kusumahayati Rachmi, 2023).
Di era modern ini tidak sedikit dari anak remaja mengalami stres berlebih dikarenakan kemajuan teknologi yang tidak dapat diukur. Tekanan media sosial yang menjadi patokan para remaja, terutama dengan Generasi Z yang menjadikan patokan hidupnya dengan dunia sosial media saat ini.
Hal ini dapat berdampak negatif pada Kesehatan mental dan kesejahteraan fisik bagi remaja Gen Z, oleh karena itu penelitian mengenai cara-cara untuk mengurang stres pada remaja semakin penting (Najma Zulfatus Izza & Vetrisia Rega Natalia, 2025)
Musik memiliki dampak psikologis pada manusia dan bahkan pada spesies lainnya. Musik sering digunakan dalam konteks pengobatan masalah psikologis, di mana dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi tingkat depresi dan kecemasan, serta meningkatkan perasaan independensi. Musik dapat mengurangi ketegangan dan iritabilitas pada individu yang mengalami masalah emosional dan stres (Sari, 2020).
Musik memiliki kemampuan unik untuk memengaruhi psikologis remaja dengan berbagai cara, seperti musik “galau” yang dapat memicu perasaan sedih, musik bersemangat seperti pop, hip-hop, dan EDM yang dapat meningkatkan semangat, serta musik santai seperti jazz atau ballad yang membantu mereka fokus dalam belajar atau beraktivitas, sehingga jenis musik yang mereka dengarkan mampu mengubah suasana hati dan mempengaruhi perasaan mereka sesuai dengan kebutuhan dan preferensi (Bimayuda Annajma, Rifqii Daffa Althaaf Alfaaris, Muhammad Rafi, 2023).
Ada beberapa musik yang dapat meningkatkan daya tangkap peserta didik yaitu musik klasik, musik barok dan ayat suci al quran. Selain yang telah disebutkan tersebut, salah satu jenis musik yang dapat membuat konsentrasi peserta didik dalam belajar adalah musik instrumental. Musik instrumen merupakan musik yang tidak disertai oleh alunan suara.
Musik instrumen memiliki beberapa pengaruh dalam pembelajaran, selain bermanfaat sebagai media pembelajaran musik juga dapat membantu meningkatkan tingkat intelegensi peserta didik karena memiliki peranan dalam menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan, sehingga dapat membantu peserta didik berkonsentrasi dalam proses pembelajaran. Selain membantu meningkatkan konsentrasi musik juga dapat membantu menciptakan suasana belajar yang rileks dan menyenangkan
Gardiner, berpendapat bahwa musik dapat membantu seseorang memfokuskan diri pada hal yang dipelajari, meningkatkan prestasi belajar membaca dan matematika anak usia enam dan tujuh, sependapat dengan pendapat tersebut.
Jurnal The American Musik Teacher (Raharja, 2009) menyebutkan bahwa musik Mozart dapat mempengaruhi perkembangan intelektual dan kreativitas anak, yaitu (1) dapat meningkatkan kemampuan verbal, emosional, dan kecerdasan spasial, (2) memperbaiki konsentrasi dan memori, (3) menginspirasi otak kanan dalam proses kreatif, (4) memperkokoh kemampuan berpikir intuitif, (5) mendorong relaksasi, (6) memperbaiki gerakan tubuh dan koordinasi, dan (7) meningkatkan ketenangan atau suasana hati dan memelihara motivasi (Cahyo Dwi Andita1, Desyandri, 2019).
Musik kini telah banyak berkembang, mulai dari klasik sampai musik pop. Masing-masing Genre memiliki fungsi dan manfaatnya.
Merrit menyebutkan didalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Musik Terhadap Emosi terbagi menjadi beberapa bagian yaitu:
- Manfaat music, antara lain:
- Efek Mozart, adalah salah satu istilah untuk efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang dapat meningkatkan intelegensi seseorang
- Refreshing, pada saat pikiran seseorang sedang kacau atau jenuh, dengan mendengarkan musik walaupun sejenak, terbukti dapat menenangkan dan menyegarkan pikiran kembali
- Motivasi, adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan feeling tertentu. Motivasi ini dapat memunculkan semangat dan segala kegiatan bisa dilakukan. juga mengamati bahwa musik menurunkan tekanan jiwa yang diakibatkan oleh olahraga
- Perkembangan kepribadian kepribadian, seseorang diketahui mempengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengarnya selama masa perkembangan
- Terapi, terapi musik dapat menawarkan stimulus dan aktivitas yang memanfaatkan gaya belajar dan area-area di dalamnya yang dianjurkan dalam pendekatan kognitif, menyediakan lingkungan yang terstruktur untuk interaksi sosial dan generalisasi tujuan bahasa dan bicara, serta menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan memotivasi untuk belajar
- Musik juga dapat mempengaruhi penurunan depresi pada mahasiswa. Hal ini dibuktikan oleh Lerik dan Prawitasari yang meneliti mahasiswa yang sekelompok mengalami depresi. Hasilnya, musik sebagai media terapi mampu menurunkan tingkat depresi setelah pelaksanaan satu bulan. Musik yang dipakai pun dalam menurunkan gangguan neurotik, salah satunya kecemasan, dapat bermacam-macam. Musik yang dapat memberikan ketenangan dan pedamaian adalah musik dengan tempo yang lebih lambat.
- Untuk memperbaiki mood pada pagi hari kita juga dapat mendengarkan lagu- lagu favorit kita. Lagu favorit biasanya lebih mampu mengubah perasaan kita dari yang kurang bersemangat menjadi lebih bersemangat. Lagu favorit juga dapat didengarkan sesuai dengan keinginan dan pada waktu yang diinginkan pula. Secara tidak sadar maupun sadar sebenarnya lagu-lagu atau musik sangat memengaruhi kondisi pikiran dan perasaan seseorang. Lagu terdiri atas musik pengiring dan lirik lagu, keduanya dapat memengaruhi mood dan pikiran seseorang. Ketika lagu berisi lirik kata-kata yang membuat semangat seperti “Let it go … Let it go…” atau “Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia”, lirik lagu lagu diatas dapat menimbulkan motivasi tersendiri pendengarnya. Begitu bagi pula dengan lirik lagu yang membuat perasaan menjadi sendu, biasanya lagu-lagu melow dapat membuat pikiran dan perasaan pendengarnyapun seperti merasakan apa yang ada dalam lagu tersebut. Lirik lagu dapat memberikan sugesti positif kepada pendengarnya maupun sugesti negatif. Selain lirik, iringan lagu juga dapat menyebabkan perubahan pada kondisi pikiran dan perasaan seseorang. Lagu dengan tempo lambat biasanya akan membuat pendengarnya terharu bahkan sedih. Sedangakan lagu-lagu yang dibilang ng-beat sebagaian besar dapat mengubah mood seseorang menjadi bersemangat.
- Memainkan music lebih ataupun aktivitas lain yang berhubungan dengan musik seperti mendengarkan lagu-lagu, atau bernyanyi dapat tingkat depresi menurunkan atau stress. Menurut Gray & Smeltzer mengatakan bahwa stres adalah munculnya reaksi psikologis yang membuat seseorang merasa tegang atau cemas dan yang disebabkan ketidakmampuan engatasi atau meraih tuntutan atau keduanya. Salah satu tanda stress adalah Mood: over excited, perasaan bimbang, sulit tidur, mudah bingung dan lupa, kurang konsentrasi, rasa tidak nyaman dan gelisah, serta gugup. Dr. Robert J. Van Amberg mengatakan juga bahwa dalam penelitiannya menyatakan tahapan-tahapan stress. Beliau mengatakan bahwa stress dibagi menjadi 6 tahap. Mahasiswa umunya mengalamai stress tahap I yaitu tahap stress yang paling ringan. Tahap perasaan-perasaan ini ditandai semangat bekerja besar dan berlebihan, penglihatan tajam tidak sebagaimana biasanya, merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, namun tanpa disadari cadangan energi dihabiskan disertai rasa gugup yang berlebihan pula. Stress ringan ini stressor yang dihadapi setiap orang secara teratur umumnya dirasakan oleh setiap orang misalnya: lupa, kebanyakan tidur, kemacetan, dikritik. Situasi seperti ini biasanya berakhir dalam beberapa menit atau beberapa jam dan biasanya tidak akan menimbulkan kecuali jika penyakit dihadapi terus menerus. Depresi atau stress ringan yang umum dialami oleh mahasiswa juga diakibatkan karena kondisi perasaan yang labil (Cevy Amelia, Aryaneta Yenni, 2022).
Hubungan antara musik dan emosi juga dapat dipengaruhi oleh faktor faktor seperti preferensi musik individu, pengalaman pribadi, dan kondisi psikologis tertentu. Respons emosional terhadap musik dapat bervariasi secara signifikan antara individu, tergantung pada faktor-faktor ini serta konteks spesifik dalam hal waktu, tempat, dan situasi. Oleh karena itu, penting untuk memperhitungkan keragaman individu dalam memahami efek musik terhadap mood dan emosi.
Namun demikian, perlu diingat bahwa pengaruh musik terhadap mood dan emosi juga dapat bervariasi tergantung pada jenis musik, konten lirik, dan karakteristik musik lainnya. Musik yang melodi, tempo, dan harmonis dapat memiliki efek yang berbeda-beda pada mood dan emosi individu dibandingkan dengan musik yang lebih keras atau agresif.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan karakteristik musik secara menyeluruh dalam memahami dampaknya terhadap kesehatan mental. Selanjutnya, penggunaan musik sebagai alat terapi atau intervensi dalam konteks kesehatan mental membutuhkan pendekatan yang terarah dan terpadu.
Pengembangan terapi musik yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang mekanisme pengaruh musik terhadap mood dan emosi, serta kemampuan untuk mengadaptasi
Intervensi tersebut sesuai dengan kebutuhan individu dan konteks spesifik. Dengan demikian, memahami kata kunci dalam hubungan antara musik dan kesehatan mental dapat membantu dalam pengembangan pendekatan intervensi yang lebih efektif dan relevan.
Penting juga untuk mengakui bahwa pengaruh musik terhadap kesehatan mental dapat memiliki implikasi yang luas dalam konteks terapi dan rehabilitasi. Musik telah digunakan secara luas sebagai alat untuk mengurangi stres, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan membantu dalam pemulihan dari kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
Dalam beberapa kasus, terapi musik telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala-gejala tersebut dan meningkatkan kualitas hidup individu.
Namun demikian, perlu diingat bahwa efek musik tidak selalu bersifat positif, dan dalam beberapa kasus, musik juga dapat menjadi sumber stres atau kecemasan bagi beberapa individu. Terutama dalam konteks musik yang keras atau agresif, atau musik dengan lirik yang merendahkan, dapat memicu respons negatif atau memperburuk kondisi kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan konteks individu dan kebutuhan spesifik dalam penggunaan musik sebagai alat terapi atau intervensi (Ramadhani Dwi Fitri, 2024).
Musik memiliki peranan yang sangat berarti dalam kehidupan remaja, khususnya dalam mengatur suasana hati mereka. Melalui musik, remaja bisa mengekspresikan perasaan, menenangkan pikiran, atau bahkan memotivasi diri mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.
Penting bagi kita untuk memahami bahwa memilih jenis musik yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan mental dan emosional remaja agar tetap seimbang. Dengan menggunakan musik secara bijak, remaja dapat memanfaatkan kekuatan musik sebagai teman yang selalu mendukung dan memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Oleh karena itu, mari kita dukung remaja dalam mengenal dan menggunakan musik sebagai sarana positif untuk mengelola mood dan emosi mereka dengan baik. []
DAFTAR PUSTAKA
Kusumahayati Rachmi, Naya. “Musik, Kesehatan Mental, dan Emosi Remaja.” Kumparan.com, 2023.
Izza, N. Z. (2025). Peran Musik untuk Mengatasi Stres dan Krisis Mental Generasi Z. E-Journal UPI.
Bimayuda Annajma, Rifqii Daffa Althaaf Alfaaris, Muhammad Rafi (2023). Pengaruh Musik Terhadap Tingkat Stres Pada Remaja.Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Cahyo Dwi Andita1, Desyandri (2019). Pengaruh Penggunaan Musik Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan.
Amelia Cevy, Yenni Aryaneta (2022). “Pengaruh Musik Terhadap Emosi” Jurnal Ilmiah Zona Psikologi.
Fitri Rahmadhani Dwi (2024). “Pengaruh Musik Terhadap Mood Dan Emosi Peran Musik Dalam Kesehatan Mental.” Medan.
Mahasiswa Prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir STAI PIQ Sumatera Barat*)
