Oleh : Zakiatul Hamidiah*)
Kehidupan mahasiswa identik dengan kesibukan yang luar biasa. Di masa ini, seseorang belajar menjadi pribadi mandiri, bertanggung jawab, dan aktif di berbagai bidang. Namun, di tengah padatnya aktivitas kampus, organisasi, hingga pekerjaan sambilan, banyak mahasiswa tanpa sadar mulai mengabaikan gaya hidup sehat.
Mereka lebih sering begadang, melewatkan sarapan, mengonsumsi makanan cepat saji, dan jarang berolahraga. Kebiasaan tersebut sering dianggap wajar karena tuntutan tugas kuliah dan berbagai tanggung jawab, padahal dampaknya dapat berakibat jangka panjang terhadap kesehatan fisik maupun mental (Siregar, 2021:32).
Padahal, kesehatan merupakan modal utama untuk bisa menjalani rutinitas dengan optimal. Tubuh yang sehat membuat seseorang mampu berpikir jernih, fokus belajar, serta produktif dalam berbagai kegiatan. Mahasiswa sebagai generasi muda seharusnya menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat yang seimbang antara aktivitas akademik dan kesejahteraan diri.
Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan seharusnya tidak muncul ketika sakit, tetapi perlu diantisipasi melalui kebiasaan yang baik secara konsisten. Karena itu, penting untuk membangun kesadaran sejak dini agar hidup sehat menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kebiasaan sementara (Kementerian Kesehatan RI, 2022:17-18).
Namun, menerapkan gaya hidup sehat bukan perkara mudah. Mahasiswa sering menghadapi berbagai tantangan seperti jadwal kuliah yang padat, tekanan akademik, lingkungan pertemanan yang mendorong pola hidup tidak sehat, serta keterbatasan waktu untuk memasak atau berolahraga.
Selain itu, adanya fasilitas makanan cepat saji di sekitar kampus membuat mahasiswa lebih memilih opsi yang praktis meskipun kurang sehat. Permasalahan lain adalah minimnya pengetahuan mengenai manajemen waktu sehingga banyak mahasiswa terjebak dalam pola kerja lembur dan tidur yang tidak teratur
Meski demikian, ada banyak strategi sederhana untuk menerapkan gaya hidup sehat tanpa harus mengganggu aktivitas akademik. Hal-hal kecil seperti membiasakan sarapan, membawa bekal yang lebih sehat, memperbanyak konsumsi air putih, dan menyempatkan olahraga ringan sudah menjadi langkah awal yang efektif.
Mahasiswa juga dapat mengatur jadwal tidur secara teratur, mengurangi konsumsi kafein berlebih, serta memberikan waktu istirahat untuk mengurangi stres. Langkah-langkah sederhana ini akan membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus meningkatkan konsentrasi dalam belajar (Kementerian Kesehatan RI, 2022:20-21).
Menurut Nugroho(2020:34) Selain upaya individu, lingkungan kampus memiliki peran penting dalam mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat. Fasilitas olahraga yang memadai, kantin sehat, serta kegiatan kampus yang berfokus pada kesehatan fisik dan mental dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan sehat.
Kampus juga dapat menyelenggarakan seminar atau pelatihan mengenai manajemen stres, nutrisi, dan kesehatan mental sebagai bagian dari pembinaan mahasiswa. Lingkungan yang mendukung akan mempermudah mahasiswa menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan.
Artikel ini akan membahas tantangan mahasiswa dalam menjaga kesehatan, strategi sederhana untuk menerapkan gaya hidup sehat, serta peran lingkungan kampus dalam mendukung terbentuknya perilaku hidup sehat di kalangan mahasiswa.
Melalui pembahasan ini diharapkan mahasiswa mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang untuk kehidupan yang lebih baik
PEMBAHASAN
Tantangan Menjalani Gaya Hidup Sehat di Kalangan Mahasiswa Menjalani gaya hidup sehat di tengah kesibukan kuliah bukan hal mudah. Banyak mahasiswa yang lebih mengutamakan tugas dan organisasi dibanding menjaga kesehatan.
Waktu tidur seringkali berkurang karena begadang mengerjakan tugas atau rapat hingga larut malam. Begadang yang terus-menerus dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat konsentrasi menurun, dan menyebabkan tubuh mudah lelah.
Selain itu, pola makan mahasiswa juga sering tidak teratur. Karena tuntutan waktu dan aktivitas yang padat, banyak mahasiswa memilih makanan cepat saji seperti mi instan, gorengan, atau minuman manis dalam kemasan.
Padahal, makanan tersebut tinggi lemak, gula, dan garam yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat memicu berbagai penyakit, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan pencernaan.Di sisi lain, perkembangan teknologi membuat mahasiswa semakin bergantung pada gawai.
Waktu yang lama di depan layar menyebabkan kurangnya aktivitas fisik, bahkan menyebabkan gangguan mata dan postur tubuh. Masalah kesehatan mental pun tak kalah penting, tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga rasa cemas terhadap masa depan sering membuat mahasiswa stres. Semua ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan gaya hidup sehat di dunia kampus (Santoso, 2023:25-26).
Meski banyak tantangan, menerapkan gaya hidup sehat sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dan realistis antara lain yaitu :
1. Atur Pola Makan yang Seimbang
Mahasiswa perlu membiasakan diri sarapan setiap pagi agar tubuh mendapat energi untuk beraktivitas. Pilih makanan bergizi seperti nasi, sayur, lauk berprotein, dan buah.
Kurangi konsumsi makanan cepat saji serta minuman manis atau berkafein tinggi. Membawa bekal dari rumah atau kos dapat menjadi cara cerdas untuk menjaga asupan gizi sekaligus menghemat pengeluaran.
2. Jaga Pola Tidur yang Teratur
Idealnya, mahasiswa tidur selama 7–8 jam setiap malam agar tubuh dan otak bisa beristirahat dengan baik. Hindari kebiasaan begadang kecuali untuk hal yang benar-benar penting. Tidur yang cukup membantu meningkatkan konsentrasi, memperbaiki mood, dan menjaga daya tahan tubuh.
3. Rutin Berolahraga
Tidak harus olahraga berat, cukup dengan berjalan kaki ke kampus, bersepeda, atau melakukan senam ringan di pagi hari.
Aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran, melancarkan peredaran darah, serta menjaga kesehatan jantung. Jika dilakukan bersama teman, olahraga juga bisa menjadi sarana bersosialisasi yang menyenangkan.
4. Rawat Kesehatan Mental
Mahasiswa perlu menyeimbangkan waktu belajar dengan kegiatan rekreasi. Mendengarkan musik, membaca buku, atau menghabiskan waktu bersama teman dapat membantu mengurangi stres.
Jika beban akademik terasa berat, jangan ragu mencari bantuan dari teman, dosen pembimbing, atau konselor kampus.
Kunci utama dari semua itu adalah disiplin dan konsistensi. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus akan membawa hasil besar. Mahasiswa yang terbiasa menjalani pola hidup sehat akan lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan sosial.(Siregar,2021:46).
Selain faktor individu, lingkungan kampus juga memiliki peran penting dalam membentuk pola hidup sehat mahasiswa. Kampus sebaiknya menyediakan fasilitas yang mendukung aktivitas fisik seperti lapangan olahraga, gym, area jogging, dan kantin sehat.
Dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa lebih termotivasi untuk berolahraga dan memilih makanan bergizi. Kampus juga dapat mengadakan program seperti Healthy Campus Movement, seminar kesehatan, atau pelatihan manajemen stres.
Kegiatan seperti ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat di kalangan mahasiswa.
Selain itu, lingkungan pertemanan berpengaruh besar terhadap gaya hidup seseorang. Teman yang memiliki kebiasaan positif seperti olahraga rutin makan sehat, atau tidak merokok bisa menjadi contoh yang baik. Saling mengingatkan dan mendukung antar-teman akan menciptakan budaya sehat di lingkungan kampus.
Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan hanya tentang makan bergizi dan berolahraga,tetapi tentang keseimbangan antara tubuh,pikiran,dan jiwa. Mahasiswa yang mampu menerapkan pola hidup sehat akan lebih siap menghadapi tekanan akademik, lebih fokus dalam belajar, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.(Kementrian Kesehatan RI, 2022:38-37).
PENUTUP
Gaya hidup sehat di tengah padatnya aktivitas mahasiswa memang membutuhkan usaha dan kesadaran tinggi. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil.
Dengan mengatur pola makan, tidur cukup, berolahraga teratur, serta menjaga kesehatan mental, mahasiswa dapat tetap produktif dan bahagia menjalani rutinitasnya.
Kesehatan bukan hanya tentang tubuh yang kuat, tetapi juga tentang keseimbangan antara fisik, pikiran, dan emosi. Mahasiswa yang sehat akan lebih fokus belajar, aktif beroganisasi, serta mampu berprestasi lebih baik.
Oleh karena itu, penting bagi setiap mahasiswa untuk mulai menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini sebagai investasi masa depan. Seperti pepatah lama mengatakan: “Mens sana in corpore sano” di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Maka dari itu, mari jadikan gaya hidup sehat bukan sekadar pilihan, tetapi gaya hidup utama dalam menjalani kehidupan kampus yang dinamis. []
Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PIQ Sumatera Barat*)




