PPM Sumbar Bersama TNI Polri dan Tagana Bangun 100 Unit Huntara untuk Korban Banjir dan Galodo

Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) Sumatera Barat bersama TNI, Polri, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) hadir dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana banjir bandang. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM) Sumatera Barat bersama TNI, Polri, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) hadir dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Kegiatan kemanusiaan ini dikomandoi langsung oleh Ketua PD PPM Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, yang turut turun ke lapangan memimpin anggota PPM Sumbar dalam proses pembangunan Huntara.

Kehadiran berbagai unsur ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.

Menurut Ketua PD PPM Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, saat ini terdapat sekitar 100 unit Huntara yang sedang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara warga yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut.

“PPM Sumbar berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pembangunan Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi para korban banjir bandang,” ujar Evi Yandri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC PPM Kota Padang, Yaldi, yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah dan aksi nyata PPM Sumbar di lapangan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan PPM Kota Padang merupakan wujud solidaritas dan kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Pembangunan Huntara ini tidak hanya menjadi upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antara organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, dan relawan kebencanaan.

Dengan adanya sinergi antara PPM Sumbar, TNI, Polri, dan Tagana, diharapkan proses pembangunan Huntara dapat berjalan lancar dan para korban bencana di Kelurahan Kapalo Koto segera dapat menempati hunian sementara sambil menunggu solusi hunian permanen dari pemerintah. (riko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *