Bupati Welly dan Wabup Parulian Kunjungi Nenek Saudah di RS TIB

Bupati Welly Suhery dan Wabup Parulian bersama pimpinan OPD kunjungi nenek Saudah di RS TIB. (foto; ist)

PASAMAN, FOKUSSUMBAR.COM – Wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap warganya kembali ditunjukkan oleh Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian bersama Kepala Dinas P3AP2KB dan Kepala Dinas Kesehatan serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (5/1/2026).

Bupati Pasaman Welly melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit (RS) Tuanku Imam Bonjol (TIB) Lubuk Sikaping, untuk menjenguk nenek Saudah (67), korban dugaan perlakuan kekerasan berat yang kini dalam kondisi kritis di ruang bedah RS tersebut.

Korban, seorang nenek asal Kampung Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman diduga menjadi korban penganiayaan usai mencoba melarai perusakan lingkungan yang terjadi di area tanah miliknya.

Dalam kejadian itu, nenek Saudah justru mengalami kekerasan fisik yang mengakibatkan luka serius dan harus dirawat intensif sejak Kamis lalu (1/1/ 2026).

Kunjungan Bupati tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi bentuk empati dan tanggung jawab moral pemerintah daerah. Bersama Wakil Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman dan Ketua GOW Pasaman, Bupati berbincang langsung dengan korban dan keluarga serta tim medis untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.

“Saya datang ke sini sebagai bentuk perhatian mendalam, bukan untuk seremonial. Saya ingin melihat langsung kondisi nenek kita Saudah dan memastikan bahwa semua pihak bergerak cepat menangani Ibu Saudah,” ujar Bupati Welly dengan ekspresi penuh peduli dan keprihatinan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Welly juga meminta pihak RS Tuanku Imam Bonjol agar menangani Ibu Saudah dengan baik, memastikan lebam, memar dan sakit yang dialaminya tertangani dengan baik.

Bupati Welly juga memastikan tanggungan biaya pengobatan tak usah dipikirkan oleh pihak kelarga, diruangan tempat nenek Saudah langsung Bupati Pasaman memerintahkan agar seluruh biaya pengobatan ibu Saudah ditanggung Pemkab Pasaman melalui dinas P3AP2KB.

Kondisi tersebut juga langsung di iyakan oleh kepala dinas P3AP2KB Furkan didampingi Kadis Kesehatan Arma Putra yang turut hadir.

Nenek Saudah pun bersama keluarga tak kuat menahan haru, mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah menunjukkan kepedulian. Sambil berurai air mata pihak keluarga mengucapkan terima kasih.

“Saya berterima kasih kepada bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bersama rombongan sudah datang melihat saya langsung, terima kasih banyak bapak,” ujar nenek Saudah sambil menangis tersedu sedu merasa haru.

Bupati Welly juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga, serta berkomitmen mendorong penyelesaian hukum terhadap apa yang dialami nenek Saudah dengan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Pasaman.

Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Bupati menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam mendalami insiden ini secara adil dan transparan.

Kehadiran beberapa Kepala Dinas dan instansi terkait mendampingi Bupati dimaksudkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban lansia tersebut guna memulihkan dampak trauma yang dialami.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwenang. Pemerintah daerah berharap keadilan bagi Saudah dapat segera terpenuhi sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pasaman tetap terjaga dengan baik bagi seluruh warga. (Z-Azra)

Exit mobile version