Perkembangan Internet of Things dalam Mewujudkan Smart City

Oleh : Alya Rahma Dewi*)

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi Internet of Things telah membawa perubahan signifikan dalam konsep Pembangunan kota pintar atau smart city. Konsep kota pintar sudah menjadi impian yang ingin di capai oleh banyak kota-kota besar di Indonesia, konsep kota pintar mulai merambah sedikit demi sedikit.

Di Jakarta Sudah mulai menuju kota pintar karena Jakarta perlahan menuju pasti mulai menerapkan banyak sistem di kota Jakarta, dengan berbagai fasilitas aplikasi-aplikasi modern yang tercipta dan dapat kita dapatkan dengan mudah melalui playstore.

IoT berperan sebagai fondasi utama yang menghubungkan, mengirimkan, dan menganalisis data secara real time. Melalui teknologi ini, Smart City dapat mengoptimalkan manajemen lalu lintas, pengolaan energi, keamanan, dan pelayanan public dengan lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Implemenntasi IoT tidak hanya meningkatkan kualitas hidup Masyarakat kota, tetapi juga mendukung efesiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan, menjadikan kota semakin responsive terhadap kebutuhan warganya didalam era digital 4.0.

Namun implementasi IoT juga menghadapi berbagai tantangan seperti keamanan data, perlindungan privasi , dan kesiapan pada infrastruktur serta sumber daya manusia, yang mmmembutuhkan perhatian serius agar smart city dapat terwujud sesuai yang dirancang dan diinginkan.

2. Pembahasan

Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang memungkinkan berbagai benda di sekitar kita terhubung melalui jaringan internet. Dengan adanya sensor, perangkat lunak, dan aktuator, benda-benda fisik seperti mesin, kendaraan, maupun peralatan rumah tangga dapat mengumpulkan data, mengatur kinerjanya sendiri, serta berkomunikasi dengan perangkat lain.

Hal ini membuat benda-benda tersebut tidak hanya berfungsi secara mandiri, tetapi juga mampu bekerja sama dalam satu sistem yang terintegrasi. Bayangkan sebuah rumah pintar seperti lampu dapat menyala otomatis ketika Anda masuk ruangan, AC menyesuaikan suhu sesuai kondisi cuaca, dan kulkas memberi tahu kapan persediaan makanan habis.

Semua itu terjadi karena perangkat saling terhubung melalui IoT. Tidak hanya di rumah, konsep ini juga diterapkan di bidang industri, transportasi, kesehatan, hingga pertanian.

Misalnya, mesin produksi bisa mendeteksi kerusakan lebih cepat, mobil dapat berkomunikasi dengan sistem lalu lintas untuk mengurangi kemacetan, atau sensor di lahan pertanian mampu memantau kelembapan tanah agar tanaman tumbuh optimal.

Tujuan utama IoT adalah membuat hidup lebih efisien, aman, dan nyaman. Dengan data yang dikumpulkan secara real-time, keputusan bisa diambil lebih cepat dan tepat. Perangkat tidak lagi hanya menunggu perintah manusia, tetapi mampu bertindak berdasarkan informasi yang mereka peroleh. Inilah yang menjadikan IoT sebagai salah satu inovasi penting dalam perkembangan teknologi modern.

Singkatnya, IoT adalah gagasan bahwa benda-benda di dunia nyata dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama melalui internet, sehingga tercipta sistem terpadu yang membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. (Yoyon Efendi:2018).

Saat ini, semakin banyak benda di sekitar kita yang terhubung dengan internet. Fenomena ini dikenal dengan istilah Internet of Things (IoT). Walaupun teknologi ini belum sepenuhnya menjangkau semua wilayah terutama daerah terpencil yang minim akses internet perkembangannya sangat cepat.

Banyak pihak percaya bahwa dalam waktu dekat IoT akan menjadi hal yang lumrah dan digunakan secara luas di berbagai bidang kehidupan.

Permintaan terhadap aplikasi berbasis internet yang terus meningkat menjadikan IoT sebagai salah satu teknologi utama masa depan. Secara sederhana, IoT adalah jaringan di mana objek fisik terhubung ke internet melalui perangkat seperti sensor atau router, sehingga data dapat dikirim, diterima, dan perangkat bisa dikendalikan dari jarak jauh.

Dengan cara ini, IoT membantu mengurangi beban kerja manusia, menyediakan akses yang lebih mudah, dan bahkan memungkinkan perangkat bekerja otomatis tanpa campur tangan langsung pengguna.

Istilah Things dalam IoT merujuk pada kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, data, dan layanan. Contohnya bisa berupa sistem rumah pintar yang mengatur lampu dan AC secara otomatis, sensor pertanian yang memantau kelembapan tanah, atau perangkat medis yang memantau kondisi kesehatan pasien.

Semua perangkat ini mengumpulkan data, lalu membagikannya ke perangkat lain agar tercipta sistem yang saling terhubung dan lebih efisien.

Selain aspek teknis, IoT juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar. Produk sehari-hari, suku cadang industri, sensor, hingga utilitas publik yang digabungkan dengan konektivitas internet dan analitik data mampu mengubah cara kita hidup dan bekerja.

Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada lebih dari 100 miliar perangkat IoT yang saling terhubung, dengan potensi dampak ekonomi global mencapai lebih dari 11 triliun dolar AS.( Fahad Nahdi :2021).

Dan adapun konsep smart city menyoroti pentingnya ICT untuk meningkatkan profil kota. Sebuah kota dapat disebut ‘pintar’ ketika investasi dalam modal manusia, sosial, infrastruktur komunikasi tradisional dan modern mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi, dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana melalui tata kelola partisipatif (Caragliu: 2011).

Kota pintar juga didefinisikan sebagai kota yang menghubungkan infrastruktur fisik, infrastruktur ICT, infrastruktur sosial, dan infrastruktur bisnis untuk meningkatkan kecerdasan kolektif kota.

”Konsep dasarnya adalah terinstrumentasi, saling terhubung, dan cerdas. Terinstrumentasi mengacu pada sumber data dunia nyata yang mendekati waktu nyata dari sensor fisik dan virtual. Saling terhubung berarti integrasi data tersebut ke dalam platform komputasi perusahaan dan komunikasi informasi tersebut di antara berbagai layanan kota Cerdas mengacu pada penyertaan analitik kompleks, pemodelan, optimasi, dan visualisasi dalam proses bisnis operasional untuk membuat keputusan operasional yang lebih baik” (Harrison dkk, 2010).

Teknologi Internet of Things (IoT) kini menjadi salah satu pendorong utama dalam transformasi menuju kota pintar. Melalui IoT, berbagai aspek kehidupan kota dapat terhubung dan dikelola secara lebih efisien.

Artikel ini membahas bagaimana penerapan IoT memberikan dampak nyata dalam pengembangan kota pintar, khususnya di kota metropolitan yang sudah berhasil mengintegrasikan teknologi ini. Dalam studi kasus tersebut, IoT dapat digunakan di berbagai bidang, mulai dari transportasi, pengelolaan energi, pengelolaan sampah, hingga keamanan publik.

Hasilnya cukup signifikan seperti emisi gas rumah kaca berhasil ditekan,

transportasi umum menjadi lebih efisien, dan keselamatan serta kenyamanan warga kota meningkat. Meski begitu, penerapan IoT tidak lepas dari tantangan. Isu keamanan data dan privasi masih menjadi perhatian besar, ditambah keterbatasan infrastruktur serta sumber daya manusia yang belum merata.

Karena itu, dibutuhkan strategi yang lebih matang agar IoT bisa diterapkan secara berkelanjutan. Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain memperluas jaringan sensor, memperkuat sistem keamanan siber, serta mengembangkan mekanisme perlindungan data yang lebih baik.

Dengan langkah-langkah tersebut, IoT diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperbaiki efisiensi operasional kota, dan mendorong terwujudnya kota pintar yang lebih berkelanjutan di masa depan. ( Hasendha Dharma Yudha dkk: ss2024).

3. Penutup

Perkembangan Internet of Things telah menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan konsep smart city. Melalui integrasi perangkat cerdas, sensor, dan sistem berbasis data, IoT memungkinkan pengumpulan serta analisis informasi secara realtime yang mendukung pengambilan keputusan lebih cepat, tepat, dan efisien.

Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik, mulai dari transportasi, energi, kesehatan, hingga keamanan kota. Selain itu, IoT berperan penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan adanya sistem pemantauan otomatis, kota dapat mengelola sumber daya secara lebih bijak, mengurangi pemborosan energi, serta menekan emisi karbon.

Penerapan teknologi ini juga memperkuat transparansi tata kelola kota, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kota yang inklusif.

Secara keseluruhan, IoT bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan katalisator perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan dukungan regulasi yang tepat, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat, Internet of Things memiliki potensi besar untuk mewujudkan kota yang lebih aman, nyaman, berdaya saing tinggi, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama di era digital.

Daftar Pustaka

Yoyon Efendi, Internet Of Things, Sistem Pengendalian Lampu Menggunakan Raspberry Pi Berbasis Mobile, Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, Vol. 4, No. 1,( 2018), h. 20.

Fahad Nahdi, Analisis Dampak Internet of Things Perkembangan Teknologi di Masa Yang Akan Datang, Journal of Information Technology, Vol 6, No 1, (2021), h. 34.

Caragliu dan Nijkamp, Smart cities in Europe, Journal of Urban Technology, Vol. 18, No. 2,h.1 ( 2011) Harrison,dkk, Foundations of smarter cities, IBM Journal of research and development, Volume 54, No. 4. ,h.1 2010

Hasendha Dharma Yudha dkk, Analisis Dampak Teknologi Iot Dalam Smart City, Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, Vol. 2, No.7. (2024), h. 1

Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI PIQ Sumatera Barat*)

Exit mobile version