ACEH TAMIANG, FOKUSSUMBAR.COM— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meninjau langsung 600 unit pertama dari total 15.000 rumah hunian yang dibangun Pemerintah melalui Danantara untuk masyarakat terdampak bencana alam di Sumatra, pada hari pertama tahun 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan rumah hunian bagi korban bencana alam pasca satu bulan kejadian. Pemerintah bergerak cepat dengan menyelesaikan pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah di tiga provinsi, bersamaan dengan pembangunan rumah lainnya serta perbaikan fasilitas publik secara bertahap.
Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa pembangunan hunian ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
“Presiden memastikan langsung bahwa rumah hunian yang dibangun layak huni, memiliki sarana pendukung yang memadai, serta benar-benar siap ditempati oleh masyarakat korban bencana,” demikian keterangan resmi Sekretariat Kabinet.
Rumah hunian yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain jaringan wifi gratis, akses air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak, serta jalan lingkungan yang terhubung langsung dengan jalan besar.
Menurut Sekretariat Kabinet, pembangunan hunian ini tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial masyarakat.
“Pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memastikan lingkungan hunian mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi warga agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujar Sekretariat Kabinet.
Program pembangunan rumah hunian ini akan terus dilanjutkan hingga seluruh target 15.000 unit terpenuhi di wilayah terdampak bencana di Sumatra. (jiga)
