PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4, (International Minangkabau Literacy Festival-IMLF-4) yang diselenggarakan Satu Pena Sumbar didukung Pemko Bukittinggi direncanakan pada 3 – 7 Juni 2026 mendatang, bakal dimeriahkan dengan Sabudaya yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) III Sumatera Barat. Sekaligus pameran sejarah 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi.
Demikian diungkapkan Kepala BPK Wilayah III Sumatera Barat Drs. Nurmatias, Kamis (8/1/2026) saat pertemuan dengan Ketua IMLF-4 Sastri Bakry dan Sekretaris IMLF-4 Armaidi Tanjung di ruang kerjanya, Kantor BPKW III Sumatera Barat di Belimbing, Kuranji, Kota Padang.
Menurut Nurmatias, Sabudaya BPK merupakan acara budaya “Satu Ranah Budaya” yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat.
“Sabudaya bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Minangkabau melalui berbagai pertunjukan seni yang menampilkan identitas budaya daerah Minangkabau. Tahun lalu sudah diselenggarakan di Kabupaten Tanah Datar. Tahun 2026 ini diselenggarakan di Bukittinggi bertepatan dengan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi,” kata Nurmatias.
Dikatakan Nurmatias, di Kabupaten Tanah Datar tersebut kegiatannya meliputi pengenalan sejarah Minangkabau, nonton film sejarah Minangkabau, galeri cagar budaya pertunjukkan seni tradisional.
Nurmatias menyebutkan, pelaksanaan Sabudaya ini diagendakan bersamaan dalam rangkaian kegiatan IMLF-4. Sehingga para delegasi IMLF-4 yang berasal dari berbagai negara dapat menyaksikan kekayaan seni budaya Minangkabau yang sangat indah.
Ketua IMLF-4 Sastri Bakry mengatakan, dengan kegiatan Sabudaya ini semakin menyemarakkan hampir ratusan acara yang digelar selama IMLF-4.
“Kita menyampaikan terima kasih banyak kepada Kepala BPKW III Nurmatias atas dukungannya dalam kegiatan IMLF-4 ini. Selain Sabudaya, kegiatan seminar kebudayaan Minangkabau diharapkan juga mendapatkan dukungan dari BPKW III Sumbar,” pungkasnya. (rls)
Pertemuan ditutup dengan penyerahan buku karya Penyair Spanyol, Francisco Munoz, yang diterjemahkan Siska Saputri, Anggota Satu Pena Sumbar kepada Kepala BPKW III Sumbar Nurmatias.




