Oleh : Randa Gusmanedi*)
Dalam kajian pendidikan kontemporer, peran guru tidak lagi dipahami secara sempit sebagai knowledge deliverer atau penyampai materi pembelajaran semata.
Guru merupakan aktor utama dalam proses pembentukan kepribadian peserta didik (character building), sehingga kehadirannya memiliki dimensi pedagogis, moral, dan sosial yang saling terintegrasi. Teaching is not only about transferring knowledge, but also about shaping values and attitudes.
Keteladanan (role modeling) menjadi aspek fundamental dalam praktik pendidikan. Secara teoritis, peserta didik belajar melalui proses observasi dan imitasi terhadap figur yang dianggap signifikan, dan guru menempati posisi strategis dalam proses tersebut.
Oleh karena itu, konsistensi antara ucapan dan tindakan guru (consistency between words and actions) merupakan prasyarat utama agar nilai-nilai yang diajarkan dapat terinternalisasi secara efektif.
Guru sebagai teladan tidak hanya menanamkan nilai normatif dalam ranah kognitif, tetapi juga mengaktualisasikannya dalam perilaku nyata.
Dalam perspektif pedagogik modern, pendidikan karakter tidak diposisikan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan sebagai hidden curriculum yang hadir melalui sikap, etos kerja, dan interaksi guru dengan peserta didik. Students tend to emulate what they observe rather than what they are instructed to do.
Keteladanan guru berimplikasi langsung terhadap terciptanya positive learning climate. Lingkungan belajar yang kondusif, humanis, dan partisipatif hanya dapat terwujud apabila guru mampu menampilkan integritas, empati, serta tanggung jawab profesional.
Kepercayaan (trust) yang tumbuh antara guru dan peserta didik menjadi fondasi penting bagi efektivitas proses pembelajaran.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi, peran guru sebagai sumber pengetahuan memang mengalami pergeseran. Namun demikian, peran guru sebagai pembentuk karakter dan teladan moral tetap bersifat irreplaceable. Digital tools may provide information, but they cannot replace the ethical and moral guidance offered by teachers.
Dapat disimpulkan bahwa guru ideal adalah mereka yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas personal dan keteladanan sosial.
Guru mengemban fungsi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan emosional. Education ultimately aims to produce knowledgeable individuals with strong character and social responsibility. []
Penulis adalah Humas SD IT Darul Azzam Rao, Motivator, dan Penceramah muda yang aktif dalam kegiatan pendidikan dan dakwah.*)
