PADANG, FOKUSSUMBAR.COM— Perguruan Pencak Silat (PPS) Satria Muda Indonesia (SMI) kembali menegaskan perannya dalam pembinaan pencak silat nasional dengan menggelar Training of Trainer (TOT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Nasional di Kota Padang.
Kegiatan yang diikuti pesilat dari tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Jambi ini dibuka langsung oleh Ketua Harian Pengurus Pusat sekaligus pendiri Satria Muda Indonesia, Erizal Chaniago, Jumat (9/1/2026).
TOT dan UKT Nasional ini menjadi bagian dari penguatan standar pelatih serta kaderisasi pesilat berprestasi di Indonesia.
Kegiatan berskala nasional tersebut berlangsung selama empat hari dan melibatkan pelatih pusat serta pelatih daerah. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi pembinaan serta standarisasi kompetensi pelatih dan anggota Satria Muda Indonesia di berbagai daerah.
Ketua Panitia TOT dan UKT Nasional PPS SMI Sumatera Barat, Effendi, ST., MT., menyebut kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya pelatih sekaligus memperkuat jenjang kompetensi anggota perguruan di tingkat nasional.
“Melalui TOT dan UKT Nasional ini, kami ingin memastikan standar pembinaan pelatih dan anggota Satria Muda Indonesia berjalan seragam di seluruh daerah, sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah,” ujar Effendi.
Sementara itu, Erizal Chaniago menegaskan bahwa sejak didirikan, Satria Muda Indonesia membangun pencak silat secara utuh melalui empat aspek utama, yakni mental spiritual, bela diri dan bela bangsa, seni, serta prestasi olahraga.
“Empat aspek ini menjadi fondasi Satria Muda Indonesia. Mental spiritual dan bela bangsa membentuk karakter, seni menjaga jati diri budaya, sementara aspek prestasi menjadi ruang aktualisasi atlet di bawah naungan IPSI,” kata Erizal.
Ia menambahkan, konsistensi pembinaan menjadi kunci keberlanjutan perguruan dalam mencetak pesilat yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkarakter dan berdisiplin.
“SMI tidak hanya mencetak pesilat yang tangguh, tetapi juga berakhlak dan memiliki karakter kuat. Nilai-nilai inilah yang terus kami jaga dalam setiap proses pembinaan,” ujarnya.
Pelaksanaan TOT dan UKT Nasional ini mendapat apresiasi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat. Ketua IPSI Sumbar yang diwakili Sekretaris Umum Martiaswanto Datuk Maruhun menilai kegiatan tersebut strategis bagi penguatan pencak silat tradisi di daerah.
“Bagi Sumatera Barat, ini momentum penting. Silat tradisi kini telah masuk ke sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Dari sisi administrasi dan pembinaan, Satria Muda Indonesia termasuk yang paling siap untuk berkembang,” tuturnya.
Dukungan juga disampaikan KONI Sumatera Barat. Budi Azwar, yang hadir mewakili Ketua KONI Sumbar, mengapresiasi kegiatan lintas provinsi tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga daerah.
“Kami bangga karena pesertanya berasal dari Sumbar, Riau, dan Jambi. Kegiatan ini sejalan dengan persiapan Porprov, konsolidasi pembinaan olahraga daerah, serta pendekatan sport science. Harapannya, dari Satria Muda Indonesia akan lahir atlet pencak silat berprestasi nasional,” katanya.
Sebagai informasi, Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia merupakan perguruan pencak silat nasional yang menitikberatkan pada pembinaan karakter, pelestarian nilai tradisi, serta pengembangan prestasi olahraga.
Sistem pembinaan dilakukan secara berjenjang melalui pelatihan pelatih dan ujian kenaikan tingkat sebagai bagian dari proses kaderisasi nasional. (jiga)
