DBox Arena Didorong Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda Padang Panjang

Owner DBox Arena, Riky Putra yang akrab disapa Ken DBox dengan latar fasilitas mini soccer dan futsal berstandar FIFA yang berlokasi di Tanjung, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur. (foto; ist)

PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Kehadiran DBox Arena, fasilitas mini soccer dan futsal berstandar FIFA yang berlokasi di Tanjung, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur, dinilai menjadi langkah strategis dalam menyediakan ruang pembinaan positif bagi generasi muda Kota Padang Panjang.

Fasilitas ini menghadirkan lapangan mini soccer dan futsal outdoor dengan rumput sintetis Dtex 13.000 berlisensi FIFA, dilengkapi sistem Drainase Cell yang memungkinkan lapangan tetap digunakan meski setelah hujan, serta pencahayaan modern untuk aktivitas siang dan malam.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, DBox Arena juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti musala, kafe, area tunggu, bench pemain cadangan, toilet dengan shower air panas, serta layanan fotografer profesional.

Owner DBox Arena, Riky Putra yang akrab disapa Ken DBox, menegaskan bahwa pendirian fasilitas ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial.

“Kami ingin membangun ruang yang memberi manfaat jangka panjang. DBox Arena harus menjadi tempat pembinaan bakat dan karakter generasi muda, bukan sekadar tempat bermain,” tegasnya.

Dukungan datang dari kalangan pemuda. Andika Pratama, salah seorang tokoh pemuda Padang Panjang, menyebut keterbatasan ruang aktivitas positif selama ini menjadi tantangan serius bagi anak muda.

“Kalau anak muda tidak difasilitasi dengan ruang yang sehat, mereka akan mencari ruang lain yang belum tentu baik. DBox Arena memberi alternatif yang jelas dan terarah,” ujarnya.

Dari unsur adat, Dt. Marajo Nan Sati, salah seorang ninik mamak, menilai kehadiran DBox Arena sejalan dengan filosofi Minangkabau.

“Anak dipangku, kamanakan dibimbiang. Generasi muda harus dibimbing dan difasilitasi. Selama membawa maslahat, adat berdiri di depan untuk mendukung,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar kebijakan pemerintah tidak melukai niat baik investor yang ingin membangun daerah.

“Ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek. Jangan sampai kebijakan yang lalai justru mematahkan semangat orang yang datang dengan niat baik membangun nagari,” tegasnya.

Sementara itu, tokoh ulama Padang Panjang, Buya Hamidi, menilai olahraga dapat menjadi sarana pembinaan akhlak dan disiplin jika dikelola dengan nilai moral dan spiritual.

“Jasmani yang kuat harus sejalan dengan akhlak yang baik. Olahraga yang terarah akan melahirkan generasi yang disiplin, berkarakter, dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang mudarat,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari kalangan perantau. Irwan Malik, perantau asal Padang Panjang di Jakarta, menilai langkah Ken DBox sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap kampung halaman.

“Karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di kampuang baguno balun. Ini contoh perantau yang pulang dengan karya, bukan sekadar cerita,” ujarnya.

DBox Arena resmi beroperasi sejak 4 Desember 2024 dan kini menjadi magnet bagi masyarakat Padang Panjang serta daerah sekitar seperti Bukittinggi dan Tanah Datar. Selain menyediakan fasilitas bermain, manajemen juga rutin menggelar latihan dan turnamen guna membangun ekosistem sepakbola yang berkelanjutan.

Di akhir, sejumlah tokoh berharap kehadiran DBox Arena mendapat perlindungan dan kepastian kebijakan dari pemerintah daerah. Mereka mengingatkan agar investasi yang membawa manfaat sosial tidak terhambat oleh kelalaian administratif maupun regulasi yang tidak sinkron.

“Alah tatampuah jalan nan luruih, jangan dipatahkan di tengah,” ungkap salah seorang tokoh adat, menegaskan bahwa niat baik membangun nagari semestinya dijaga bersama demi kepentingan generasi mendatang. (paul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *