Oleh : Efi Yandri*)
Kali ini saya akan mengajak pembaca mengunjungi masjid di lokasi objek wisata. Masjid ini bernama masjid Ummi.
Jika kita berangkat dari Padang, Masjid Ummi bisa menjadi tujuan bagus untuk wisata singkat yang mengkombinasikan ibadah, istirahat, dan menikmati panorama alam pegunungan serta Danau Diateh yang memesona sembari minum kopi.

Adapun jarak dari kota Padang ke masjid Ummi sekira 66 KM. Sepanjang perjalanan dari Kayu Jao hingga Aie Batumbuak, kita juga akan menyaksikan pemandangan yang menyejukkan mata berupa hamparan kebun teh yang luas.
Masjid Ummi dibangun tahun 2013 dan diresmikan oleh Mendagri (ketika itu) bapak Gamawan Fauzi pada tahun 2014. Masjid ini terletak di sudut Danau Diateh, Alahan Panjang. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1400 mdpl.
Areal parkir yang luas, bunga yang tertata rapi, kebersihan tempat wudhu dan toilet yang lokasinya terpisah menjadi nilai lebih masjid ini. Tentu saja nilai utamanya adalah arsitektur masjid. Baik dari luar maupun dari dalam, mesjid ini menyuguhkan ukiran yang keren. Di bagian dalam juga terdapat kaligrafi yang melingkar 360 derajat di bagian bawah kubah. Sungguh cantik.
Selesai shalat, pengunjung dapat turun ke Danau dengan pemandangan yang indah dan taman yang cantik. Dari masjid Ummi, kita bisa menikmati indahnya pemandangan Danau Diateh dengan jejeran pohon pinus yang menyejukkan mata.
Tidak hanya itu, kita juga bisa melihat hamparan bukit hijau sejauh mata memandang. Kita dapat pula menyaksikan deretan villa di areal convention hall, sekira 700 meter dari areal masjid.
Saat menyaksikan deretan villa itu, saya membayangkan alangkah indahnya jika setiap villa itu dicat dengan warna yang berbeda. Akan lebih bernuansa pariwisata jika warna catnya terang. Saat ini, warna cat yang dipakai kelihatan biasa biasa saja.
Jika selesai berfoto foto atau bersantai sejenak di pinggir Danau, pengunjung dapat kembali ke areal parkiran atau pindah duduk ke sebuah coffe shop yang menjanjikan cita rasa khas kopi “Solok”.
Kafe Solok Radjo, namanya. Kafe ini menawarkan tempat minum kopi dengan konsep rustic-industrial. Letaknya berada di sisi Danau Diateh, di pinggir jalan utama menuju kabupaten Solok Selatan.
Tak dapat dipungkiri, keberadaan masjid Ummi ini menjadi magnet tersendiri bagi pariwisata Danau Diateh.
Saat kita sampai saja, pengunjung akan didatangi warga setempat yang berjualan strawberry. Pengalaman saya membeli strawberry ini, rasanya nano nano. Ada yang manis, ada juga yang sedikit asam. Harganya tidak mahal, cenderung normal.
Selanjutnya, kalau ada yang ingin menikmati suasana yang berbeda dari biasanya, tidak jauh dari lokasi masjid ini ada villa yang cantik. The Sovia, namanya. Sebagai insan yang hobby berwisata, tentu saja saya sudah merasakan sensasi menginap di villa ini.
Disamping The Sovia, saat ini terdapat banyak penginapan di pinggir Danau Diateh. Mulai dari yang menawarkan fasilitas camping tanpa harus repot, glamping alias glamorous camping, penginapan sederhana, sampai villa dengan fasilitas lengkap. Tinggal pilih sesuai bujet yang tersedia.
Sampai ketemu dengan kisah perjalanan berikutnya… []
Asisten Pemerintahan dan Kesra kabupaten Solok Selatan, Penulis Buku dan Penyanyi*)




