Forsepsi Dorong Ekonomi Sirkular dan Bank Sampah Mandiri, Padang Jadi Titik Awal Program Nasional

Peraih pengharaan BSU dan Korcam Forsepsi terbaik berswafoto bersama Ketua Forsepsi Pusat, Mina Dewi Sukmawati. (foto; dika)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Pusat, Mina Dewi Sukmawati, menegaskan komitmen Forsepsi dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan kemandirian finansial bank sampah di Indonesia.

Mina Dewi menyampaikan, Forsepsi Pusat saat ini fokus pada program optimalisasi ekonomi sirkular dan kemandirian finansial bank sampah, yang akan diwujudkan melalui pembentukan 12 collecting centre di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Forsepsi Pusat, Mina Dewi serahkan penghargaan terbaik pertama kepada Direktur BSU Assakinah Marlindayeni. (foto; dika)

Kota Padang direncanakan menjadi daerah pertama pelaksanaan program tersebut dengan pendirian rumah cacah sebagai pusat pengolahan sampah terpilah.

“Insha Allah, Padang akan menjadi titik awal implementasi program nasional ini. Rumah cacah akan menjadi penggerak ekonomi sirkular sekaligus memperkuat posisi bank sampah sebagai entitas ekonomi masyarakat,” ujar Mina Dewi pada pertemuan perdana Perwakilan Forsepsi Kota Padang, Sabtu kemarin (10/1/2026), di kantor BSI Pancadaya, Kuranji.

Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua Perwakilan Forsepsi kota Padang, Mahaza dan Ketua Perwakilan Forsepsi Sumatera Barat, Refwildon, SE serta Pengawas Forsepsi Kota Padang, Eko Muhardi dan para Direktur Bank Sampah Unit (BSU) binaan BSI Pancadaya, Mina Dewi menyebutkan bahwa selain penguatan infrastruktur, juga edukasi merupakan ruh dari Forsepsi.

Pengawas Forsepsi Kota Padang, Eko Muhardi serahkan penghargaan kepada Direktur BSU Pancadaya 17, Afriyeni. (foto; dika)

Oleh karena itu, Forsepsi akan terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan sekolah serta perguruan tinggi untuk membekali Generasi Z dan Generasi Alpha dengan pemahaman dan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini.

Sebagai Direktur Bank Sampah Induk (BSI), Mina Dewi juga mendorong bank-bank sampah binaan agar terus berkembang melalui berbagai program Forsepsi Kota Padang, baik dalam bentuk pelatihan maupun peningkatan kapasitas (capacity building).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Forsepsi dan pemerintah daerah dalam upaya percepatan pengurangan sampah Kota Padang dari sumbernya. Salah satu strategi yang didorong adalah program “1 RW 1 Bank Sampah”, dengan ASN sebagai role model pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ketua Forsepsi kota Padang, Mahaza serahkan penghargaan kepada terbaik ketiga BSU Sejahtera Bersama yang diterima Direkturnya, Refwildon. (foto; dika)

“Perubahan harus dimulai dari lingkungan terkecil. ASN diharapkan menjadi contoh nyata dalam memilah dan mengelola sampah di wilayahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, BSI juga akan mendirikan Griya Kreasi sebagai ruang pembinaan bagi bank sampah binaan. Fasilitas ini ditujukan untuk mengembangkan kreativitas, mengkurasi produk daur ulang, serta melakukan analisis pasar agar produk bank sampah memiliki nilai jual yang lebih kompetitif.

Sebagai bagian dari transformasi tata kelola, Mina Dewi menargetkan pada tahun 2026 seluruh bank sampah unit binaan sudah menggunakan aplikasi digital dalam sistem pelaporan, guna mewujudkan pengelolaan yang lebih transparan, akuntabel, dan modern.

Dengan berbagai program tersebut, Forsepsi optimistis dapat menjadi motor penggerak pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BSU dan Korcam Forsepsi Terbaik

Sementara itu, BSI Pancadaya dalam rangkaian HUT ke-8 BSI Pancadaya ke yang diperingati setiap 17 Desember, turut diwarnai pula penyerahan hadiah untuk BSU dan Koordinator Kecamatan (Korcam) Forsepsi terbaik yang dinilai secara riil dan objektif.

Adapun BSU yang memperoleh prestasi dan penghargaan itu, adalah terbaik pertama BSU Assakinah, terbaik kedua BSU Sakinah, terbaik ketiga BSU Sejahtera Bersama dan harapan pertama BSU Pondok Pinang, harapan kedua BSU Pancadaya 17 serta harapan ketiga BSU Bumi Indah.

Sementara itu Korcam Forsepsi terbaik diraih Eva Rafni Hastuti dari Koto Tangah. “Kita berharap para pemenang tidak menjadi jumawa dan BSU maupun Korcam yang belum memperoleh penghargaan supaya lebih memaju kinerjanya agar tahun berikutnya dapat memperoleh prestasi terbaik pula,” pungkas Mina Dewi. (emi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *