PADANG, FOKUSSUMBAR.COM— Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar menjajaki kerja sama strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba, khususnya di lingkungan atlet dan olahraga. Rencana itu akan segera diujudkan dalam bentuk MoU.
Penjajakan kerja sama tersebut mengemuka saat Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus berkunjung ke Kantor BNNP Sumbar di Padang, Rabu (14/1/2026). Hamdanus didampingi Ketua Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga serta Plt Kepala Sekretariat KONI Sumbar Riko Onki Putra.
Rombongan KONI Sumbar disambut langsung Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol Ricky Yanuarfi bersama jajaran, antara lain Katim Dayamas Kombes Pol Erlis, SE., MH, Katim Pencegahan Kombes Pol Susilawati, SH, serta Katim Rehabilitasi Josra Maidi, ST.
Brigjen Pol Ricky Yanuarfi menilai KONI merupakan mitra strategis BNN dalam upaya pencegahan narkoba, mengingat KONI bersentuhan langsung dengan generasi muda yang termasuk kelompok usia rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Bahaya narkoba mengancam semua kalangan, termasuk atlet dan pelaku olahraga. Fakta menunjukkan ada atlet yang terjerumus narkoba dengan berbagai latar belakang persoalan,” kata Ricky.
Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba di kalangan atlet bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari kekecewaan terhadap hasil latihan, kegagalan meraih prestasi, hingga persoalan kesejahteraan pasca-prestasi.
Terkait hal itu, Ricky mendorong KONI Sumbar menjalin komunikasi lintas sektor, seperti dengan Polda Sumbar, Kodam Tuanku Imam Bonjol, TNI AL, TNI AU, BUMN, BUMD, serta Pemerintah Provinsi Sumbar, guna membuka peluang penempatan atlet berprestasi sebagai anggota TNI-Polri maupun pegawai di instansi pemerintah dan perusahaan negara.
Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif tawaran kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan KONI Sumbar untuk mendukung serta menyukseskan program-program BNNP Sumbar.
Hamdanus menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan atlet Sumbar terlibat narkoba. Bahkan, berdasarkan hasil tes kesehatan terhadap 180 calon atlet Pelatda Sumbar 2026 yang digelar Senin sebelumnya, seluruh atlet dinyatakan bersih dari narkoba.
Ia juga mengungkapkan bahwa KONI Sumbar telah melakukan pendekatan dengan sejumlah instansi, termasuk Polda Sumbar, untuk memperjuangkan masa depan atlet berprestasi. Di antaranya memperjuangkan atlet caboe Teqball Zikra Dwi Putri peraih medali perak SEA Games Thailand agar dapat menjadi anggota Polwan, serta atlet gulat Gilang Ilhaza peraih perak SEA Games untuk bekerja di PDAM Padang.
Dalam waktu dekat, KONI Sumbar akan melanjutkan pendekatan ke instansi lain agar atlet berprestasi mendapatkan jaminan dan kepastian pekerjaan.
Selain isu narkoba dan kesejahteraan atlet, pertemuan tersebut juga membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Juni–Juli 2026. BNNP Sumbar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov yang sempat vakum selama delapan tahun.
“Porprov sangat penting untuk mengukur kemampuan atlet dan sebagai dasar pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Ricky Yanuarfi yang juga dikenal sebagai pembina olahraga karate.
Sementara itu, Hamdanus memastikan KONI Sumbar terus mematangkan persiapan Porprov dengan konsep tuan rumah bersama. Hingga saat ini, 12 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan berpartisipasi, dan diharapkan seluruh daerah segera menyusul, seiring terbitnya SK Gubernur Sumbar dan dukungan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (jiga)
