LIMAPULUH KOTA, FOKUSSUMBAR.COM – Apel akbar guru Muhammadiyah se-Kabupaten Lima Puluh Kota sukses digelar. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 17 Januari 2026, di Aula Pondok Pesantren Modern Al Kautsar ini dibuka oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, SH.
Dalam sambutannya Wabup Ahlul mengingatkan akan keteladanan pendiri Muhammadiyah yaitu Kiyai Haji Ahmad Dahlan dalam mengajar murid-muridnya, bahwa tugas guru tidak hanya sekedar memberikan ilmu (transfer of Knowladge) saja tapi juga memastikan bahwa setiap ilmu yang diberikan dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan.
“Jadi proses pendidikan itu harus dilaksanakan secara holistik dan integral yang dalam istilah sekarang disebut dengan pembelajaran mendalam atau Deep Learning,” ucap Wabup.

Ki Jal Atri Tanjung selaku Wakil Ketua PWM Sumbar dalam amanatnya menekankan arti penting dan peran seorang guru dalam proses pendidikan.
“Seorang guru harus bisa di gugu dan ditiru, menjadi contoh teladan dalam segala hal dan guru juga harus selalu berupaya meningkatkan kompetensinya baik kompetensi profesionalitas, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial dan juga kompetensi personalnya,” ujarnya.
Buya Desemberi Chaniago dalam paparan materinya menekankan pentingnya seorang guru muhammadiyah memahami idiologi muhammadiyah.
Muhammadiyah mendirikan sekolah bukan sekedar hanya sebagai lembaga pendidikan saja, akan tetapi juga sebagai lembaga dakwah dan pusat perkaderan. Maka guru muhammadiyah tidak hanya bertugas sebagai pendidik tapi juga sebagai da’i dan sekaligus pencetak kader-kader pemimpin ummat dan bangsa di masa depan.
Untuk itu, sambung Desemberi Chaniago, seorang guru muhammadiyah harus bisa memberikan pemahaman yang benar dan berkesinambungan kepada para murid serta menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam sumber ajaran Islam yaitu Al Quran dan As Sunnah.
Disamping itu guru Muhammadiyah harus memahami isi kandungan Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM), Matan dan Keyakinan Cita-Cita Hidup Warga Muhammadiyah (MKCHM), Panduan Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Khittah Muhammadiyah dan Risalah Islam Berkemajuan sebagai panduan dan arah dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan Prinsin Rahmatan Lil Alamiin.
Selanjutnya Dr Irwandi Nasir dalam paparannya menjelaskan tentang bagaimana seorang guru harus mencontoh dan menauladani gurunya dalam mendidik dan mengajar yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
“Seorang guru harus memiliki jiwa kepemimpinan profetik,” tegasnya.
Dosen di UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi ini memaparkan Lima Kompetensi Guru berdasarkan keteladanan terhadap nabi Muhammad yang di ambil dari intisari Surat Al Ahzab ayat 45-46. Seorang guru harus bisa menjadi _Witnes__atau sakti aktif dalam memantau kondisi dan perkembangan murid (Syahidan).
Selanjutnya guru harus memberikan motivasi dan dorongan semangat (mubasysyiran). Guru juga harus mengingtakan siswa dikala lupa dan lalai (nadzira), guru mengajak siswanya ke jalan Tuhan (Da’iyan) dan sekaligus menjadi cahaya penerang (Sirajan Muniira).
Sementara itu Ustadzah Nina Sebalai, salah seorang perwakilan peserta dalam testimoninya menyampaikan rasa syukur dan bahagia sekali dengan adanya acara Apel Akbar Guru Muhammadiyah ini.
“Sudah lama kami merindukan acara ini, karena dengan berkumpul ini kita menjadi saling kenal satu sama lain, dapat berbagi kisah dan pengalaman serta kiat-kiat dalam meningkatan kualitas mutu pendidikan sekolah,” imbuhnya.
Kepala SD Muhammadiyah Jopang Manganti ini juga berharap agar acara ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahunnya karena banyak sekali manfaatnya.
Selanjutnya Dafri Harweli selaku Mudir PPM Al Kautsar Muhammadiyah yang juga Sekretaris Panitia menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh guru muhammadiyah yang berjumlah 212 orang di tambah dengan unsur pimpinan Daerah, pimpinan Cabang dan pimpinan Majelis yang turut mensukseskan acara ini.
“Kami mohon maaf atas segala salah dan khilaf serta kekurangan dalam melayani para peserta apel akbar guru muhammadiyah,” imbuh kandidat Doktor Pendidikan Islam Ini.
Ke depan, harapnya, marilah kita susun rencana kerja tindak lanjut atau RKTL dengan membentuk forum guru yang bernama Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Lima Puluh Kota yang untuk tingkat provinsi kebetulan saya ketuanya.
Kegiatan ini di tutup dengan pemberian penghargaan kepada guru, kepala sekolah dan sekolah/madrasah yang berprestasi dalam berbagai bidang.
Untuk Kategori Sekolah di bagi menjadi dua ketegori yakni kategori Sekolah yang berhasil mendapatkan akreditasi A dan sekolah yang PPDB-nya meningkat dari tahun lalu.
Untuk sekolah yang berhasil mendapatkan akreditas A ada tiga sekolah yaitu MAS Al Kautsar Muhammadiyah, MTs PPM Al Kautsar, dan SD Muhammadiyah Full Day Jopang Manganti.
Kemudian kategori sekolah yang PPDB meningkat ada 6 sekolah yaitu MIM Suliki, MTs PPM Al Kautsar, MTsM Kubang, SMP M Full Day Sarilamak dan MAS Al Kautsar Muhammadiyah.
Sedang untuk Kategori Kepala Sekolah di raih oleh Ir Nurmis Madiati, MT sebagai Terbaik I, Dafri Harweli sebagai Terbaik II dan Helnina Eka Susyenti sebagai terbaik III. a
Adapun untuk kategori guru terbagi menjadi 11 kategori yakni, Guru Berprestasi, Guru Teladan, Guru Sejati, Guru Hebat, Guru Kreatif, Guru Produktif, Guru Inovatif, Guru Disiplin, Guru Teraktif, Guru Inspiratif dan Guru Berkarakter Al Islam. (*/sal)




