KKG PAI Padang Pariaman Gelar Workshop Deep Learning Angkatan I

Peserta KKG PAI Padang Pariaman berswafoto bersama narasumber dan panitia seusai pembukaan Workshop Deep Learning Angkatan 1. (Foto; ramli)

PADANG PARIAMAN, FOKUSSUMBAR.COM — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Padang Pariaman menggelar Workshop Deep Learning Angkatan I, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Safari Pariaman ini diikuti sebanyak 70 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kabupaten Padang Pariaman.

Ketua KKG PAI Kabupaten Padang Pariaman, Andrizal Ali, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop tersebut bertujuan membekali guru PAI dengan strategi pembelajaran yang lebih bermakna serta relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, H. Syafrizal, S.Ag., MM, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar guru PAI dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter peserta didik.

Workshop Deep Learning Angkatan I ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, S.Sos.

Ia mengapresiasi langkah inovatif KKG PAI yang dinilai responsif terhadap perkembangan metode pembelajaran modern, termasuk pendekatan Deep Learning.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasi PAI Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, serta Pengawas PAI Kabupaten Padang Pariaman.

Sebagai narasumber, Balai Diklat Keagamaan Provinsi Sumatera Barat menghadirkan Dr. Agusrida, M.Pd. Materi yang disampaikan fokus pada teknis implementasi Deep Learning dalam pembelajaran PAI, mulai dari perancangan kurikulum yang interaktif hingga penguatan nalar kritis siswa agar pembelajaran lebih kontekstual dan aplikatif.

Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pembelajaran PAI yang tidak hanya bersifat hafalan, tetapi mendorong pemahaman nilai-nilai Islam secara holistik, sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual. (ramli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *