Akhir 2025 Terbit Tiga Buku, (Ideologi, Kampanye, Ilusinasi)

Tiga buku, (Ideologi, Kampanye, Ilusinasi) karya Bagindo Yohanes Wempi sudah terbit akhir tahun 2025, dan kita sudah bisa memperolehnya di toko-toko buku. (foto; ist)

Oleh : Labai Korok *)

“Harimau mati meninggalkan belang”.
“Gajah mati meninggalkan gading”.
“Manusia mati meninggalkan buku baik”.

Itu bunyi pituah Minang yang perlu Kita amalkan dalam kehidupan Kita yang cinta akan kebaikan di NKRI ini. Maka selaku sosok aktivis Kita perlu meninggalkan legesi untuk generasi berikutnya, yaitu pikiran dalan bentuk jendela dunia (buku).

Istilah “buku adalah jendela dunia” dapat dimaknai bahwa buku adalah medium berkumpulnya pengetahuan. Pengetahuan berisikan penjelasan mengenai dunia. Dengan demikian, semakin banyak buku yang dibaca oleh seseorang, maka akan semakin banyak pula penjelasan mengenai dunia yang ia dapatkan.

Pemaknaan tersebut tidak berlebihan apabila kita menilik proses hadirnya sebuah buku. Buku harus dilahirkan dengan bermacam metode latar belakang.

Alhamdulillah, Penulis pada akhir tahun 2025 telah membuat 3 buku yang bisa menambah cakrawala generasi berikutnya, kesemua adalah bacaan yang memberi nuansa lain.

Buku pertama merupakan buku yang lahir dari pergolakan ke prihatin terhadap generasi yang lemah dari segi pemahaman terhadap landasan perjuangan, terutama latang dihadapan penguasa, kritis dihadapan kekuasaan.

Judul buku demostrasi perjuangan aktivis, merupakan nilai ajar, nilai ilmu agar pembaca memahami bahwa demostrasi itu dibolehkan dan memiliki tempat di Ilahi.

Buku kedua yang Penulis buat merupakan buku hasil dari opini-opini tulisan pengawalan kesuksesan kampanye Mahyeldi-Vasko menjadi Gubernur Sumatera Barat dan Wakil Gubernur Sumatera Barat priode 2025-2030.

Buku berjudul Gercep Mahyeldi-Vasko untuk Sumatera Barat merupakan keinginan, gagasan, janji, pemikiran untuk Sumatera Barat lebih baik dan bisa menjadi Madani.

Terakhir Alhamdulillah lahir buku jejak digital olah raga jaya, ini hanya alusinasi cerdas andaikan bisa jadi Ketua KONI. Namun selaku sosok cinta dokumen dan kearsipan, Penulis tetap mengumpulkan bunga rampai yang dipublis, bidang olahraga, lahirlah buku.

Sekali lagii Buku adalah jendela dunia” adalah ungkapan yang bermakna buku merupakan sumber ilmu pengetahuan dan wawasan tak terbatas yang memungkinkan pembaca mengetahui berbagai hal—sejarah, sains, budaya—tanpa harus beranjak dari tempatnya.

Dengan membaca, cakrawala berpikir diperluas, kreativitas meningkat, dan imajinasi terstimulasi, menjadikan buku sebagai jembatan penting untuk memahami isi dunia. Terima kasih pada pihak-pihak yang mendorong lahirnya buku-buku tersebut. []

Penulis aktif menulis di berbagai media cetak dan media online serta menulis buku*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *