PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memacu realisasi Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas melalui inisiatif Rumah Wirausaha.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar ajang UMKM Champion 2026 sebagai wadah kompetisi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi, dalam keterangannya pada Rabu (28/1/2026), menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing secara kompetitif di pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini telah dimulai sejak awal Oktober 2025 melalui audisi ketat yang diikuti oleh lebih dari 1.000 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terpilih 480 pelaku usaha mikro yang menjalani proses pembekalan intensif bersama tiga lembaga inkubator profesional.
“480 orang ini dilatih oleh tiga lembaga inkubator yang insyaallah mempunyai kekuatan untuk melatih mereka, yaitu Iconity by HIPMI Padang, Oase Academy by Info Sumbar, dan juga Fludzi Academy by Chef Eri,” ujar Fauzan Ibnovi.
Setelah melalui tahap pendampingan, saat ini telah terpilih 30 finalis utama. Fauzan Ibnovi mengungkapkan bahwa babak final yang direncanakan pada April atau Mei 2026 akan dikemas secara unik dengan konsep menyerupai reality show.
“Insyaallah akan ada kegiatan yang mirip-mirip dengan reality show Indonesian Idol. Akan ada beberapa fragmen-fragmen yang akan kita lihat, masing-masing pelaku usaha tentu akan mengampanyekan atau menyampaikan tentang branding dari produk dan usahanya,” jelasnya.
Pemko Padang telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) untuk 5 pemenang terbaik. Fauzan menegaskan ini merupakan hadiah lomba UMKM terbesar yang pernah ada di Kota Padang.
Adapun indikator penilaian utama meliputi Pemahaman Produk terkait kedalaman pengetahuan pelaku usaha terhadap produk yang ditawarkan.
Kemudian, terkait kinerja bisnis UMKM memiliki omzet yang jelas dan menunjukkan peningkatan signifikan selama masa pendampingan.
Terakhir, digital marketing terkait penguasaan pemasaran digital sebagai instrumen utama penentu standarisasi UMKM untuk naik kelas.
“Digital marketing ini adalah salah satu instrumen yang menentukan apakah mereka akan naik kelas atau tidak,” tegas Fauzan.
Dari 30 finalis yang akan berkompetisi, mayoritas atau sekitar 60 persen berasal dari sektor kuliner, 20-30 persen sektor fashion, dan sisanya bergerak di bidang kriya.
“Program ini akan terus berlanjut setiap tahun sampai dengan periode Wali Kota Padang. Insyaallah tentu akan berlanjut selanjutnya kalau memang ini dinilai sangat bermanfaat,” pungkas Fauzan Ibnovi. (rls)
