PADANG, FOKUSSUMBAR.COM– Suasana Waroeng Assyik Patriot, Padang Selatan, Rabu pagi itu terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ruang berkumpulnya para mitra driver Gojek dari Padang dan Bukittinggi yang datang dengan satu tujuan: mendengar langsung kabar baik tentang perlindungan dan kesejahteraan mereka.
Puluhan mitra pengemudi hadir dalam kegiatan yang digelar GoTo dan Gojek bersama BPJS Ketenagakerjaan Kota Padang dan Bukittinggi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang sejalan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2025 tentang Penyesuaian Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Peserta Bukan Penerima Upah.
Acara tersebut turut dihadiri Momon, S.SIT., M.Sc., Kepala Bidang Angkutan Jalan, Perkeretaapian, dan Pengembangan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat; Muhammad Afdal, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padang; Wendri A. Rose, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi; Mulawarman, Head of Corporate Affairs Region Gojek; serta Kenn Lazuardhi Syarnubi, Head of Regional Public Policy GoTo wilayah Sumatera dan Indonesia Timur.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan, dan GoTo dalam memperkuat perlindungan sosial bagi mitra driver di Sumatera Barat.
Sejak diluncurkan pada November lalu, Program Apresiasi Mitra (PAM) menjadi wujud nyata komitmen GoTo dalam menghadirkan ekosistem kerja yang lebih aman dan berkelanjutan bagi mitra driver di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari manfaat PAM, GoTo menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi ratusan ribu Mitra Juara di Indonesia. Langkah ini menjadikan GoTo sebagai salah satu ekosistem digital pertama di Indonesia yang memberikan dukungan iuran BPJS secara luas kepada mitra driver.
Untuk BPJS Ketenagakerjaan, GoTo menanggung iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dengan perlindungan ini, mitra mendapatkan jaminan atas risiko kecelakaan kerja, santunan pengobatan sesuai ketentuan, hingga santunan kematian bagi ahli waris apabila terjadi risiko meninggal dunia.
Sementara itu, kepesertaan BPJS Kesehatan bersifat opsional. Bagi mitra yang memilih untuk ikut serta, GoTo akan menanggung iuran peserta. Adapun iuran anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga tetap mengikuti ketentuan pemerintah dan menjadi tanggungan peserta. Cakupan manfaat BPJS Kesehatan meliputi layanan berobat di puskesmas atau klinik, rawat jalan, rawat inap, hingga persalinan.
Tak hanya perlindungan sosial, PAM juga menghadirkan berbagai insentif tambahan untuk membantu meringankan beban harian mitra, seperti paket data, voucher listrik gratis, voucher kebutuhan pokok, serta peluang tambahan order bagi mitra berprestasi.
Program ini dirancang untuk memberikan pilihan yang fleksibel bagi mitra dalam meningkatkan peluang pendapatan harian mereka. Melalui Program Apresiasi Mitra beserta rangkaian manfaatnya, GoTo terus memperkuat kemitraan yang adil, transparan, dan saling menguntungkan dengan mitra driver di seluruh Indonesia.
Bagi banyak mitra, perlindungan bukan sekadar formalitas. Ia adalah rasa tenang saat menarik gas di jalanan.
“Kalau di jalan kita nggak pernah tahu risiko apa yang bisa terjadi. Dengan adanya BPJS yang ditanggung, rasanya lebih aman. Kita kerja juga jadi lebih fokus,” ungkap Andrew, salah satu mitra yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Di tengah tantangan kerja di jalan raya yang penuh dinamika, kepastian perlindungan dan dukungan kesejahteraan menjadi energi baru bagi para mitra untuk terus melaju. (*/rel)




