Sambut Ramadhan, DPC Pemerhati Jurnalis Siber Kota Bukittinggi Saling Jabat Salam

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kota Bukittinggi, sambut Ramadhan 1447 Hijriah/ 2026 Masehi dengan saling jabat salam dan saling memaafkan antar sesama anggota yang diwarnai makan bersama. (foto; ist)

BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Kota Bukittinggi, menyambut Ramadhan 1447 Hijriah/ 2026 Masehi dengan saling jabat salam dan saling memaafkan antar sesama anggota.

Kegiatan dari organisasi pers yang bakalan bertransformasi menjadi Pro Jurnalismedia Siber ini, juga bagian untuk mempererat hubungan silaturahmi segenap pengurus dan keluarga besar PJS.

Acara ditutup dengan makan siang di salah satu rumah makan di kota Bukittinggi dan ikut dihadiri Ketua DPD PJS Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Al Imran, S.E, Sabtu (14/2/2026)..

Dalam kesempatan itu, Al Imran akrab disapa Cim menyampaikan, jadikan momentum jelang Ramadhan sebagai titik awal membangun suasana harmonis di internal organisasi.

“Dengan hati yang bersih dan hubungan yang rukun, tugas kelembagaan maupun peran sosial kemasyarakatan selama Ramadhan Insya Allah berjalan lebih ringan dan penuh berkah,” ujarnya.

Diketahui, bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh dunia.

Selain sebagai bulan penuh ampunan dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bulan Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dengan sesama.

Silaturahmi berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu “sila” yang berarti ikatan atau hubungan, dan “rahim” yang berarti kerabat atau hubungan darah.

Secara harfiah, silaturahmi berarti menjalin hubungan baik dengan sanak keluarga maupun dengan sesama umat manusia.

Dalam Islam, silaturahmi memiliki makna yang sangat luas. Selain hubungan keluarga, silaturahmi juga mencakup hubungan sosial antara sesama manusia.

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya silaturahmi. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Makna silaturahmi tidak hanya sebatas sekadar bertemu atau berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga saling menjaga, menghormati, dan membantu sesama. Silaturahmi juga mengandung makna saling menyapa dengan penuh kasih sayang, memaafkan kesalahan orang lain, serta memberikan bantuan dan dukungan dalam kebaikan.

Lebih dari itu, silaturahmi juga berarti kita harus memaafkan orang lain dan kembali menyambung hubungan dengan orang lain.

Sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah hadits, “Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari).

Dari hadits tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk terus menyambung hubungan bahkan dengan orang yang sudah tidak lama tidak ditemui.

Pentingnya silaturahmi dalam Islam sangatlah besar. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang tidak mau menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadis ini, kita dapat memahami betapa pentingnya menjaga silaturahmi dalam Islam. Menjaga silaturahmi juga termasuk dalam salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjaga silaturahmi di bulan Ramadhan memiliki banyak hikmah dan keutamaan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, sehingga ibadah silaturahmi yang dilakukan di bulan ini akan mendapatkan ganjaran yang lebih besar dari Allah SWT.

Selain itu, menjaga silaturahmi di bulan Ramadhan juga dapat membawa berkah dalam rezeki dan umur, serta mendapatkan rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.

Ketua DPC PJS Kota Bukittinggi, Hamriadi, menyebut, menjaga silaturahmi bukanlah sekadar tradisi atau kebiasaan semata, tetapi merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

“Mari kita jaga silaturahmi kepada sesama dengan baik, terutama di bulan Ramadhan nanti, agar ibadah yang kita lakukan menjadi lebih bermakna dan mendapatkan berkah dari Allah SWT,” tutupnya. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *