PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Alumni MTs (Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Paraman Ampalu, Gunung Tuleh, Yunarlis, dilantik menjadi Kepala SMA Negeri 1 Gunung Tuleh di Paraman Ampalu, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.
Sebelumnya, ayah lima anak dan berasal dari Dusun Kampung Dalam Jorong Sudirman, Nagari Muara Kiawai, dipercaya jadi Kepala SMA Negeri di Kabupaten Tanah Datar.
Di MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu, dia tercatat sebagai siswa dari tahun 1984 – 1987. Waktu itu, sebagai kepala MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu adalah, H. M. Rasyad Lubis.
Selesai mengikuti proses pembelajaran di MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu, Yurnalis, melanjutkan pendidikan di MAPK (Madrasah Aliyah Program Khusus) Yayasan DR. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang.
Di antara rekan sekelas Yunarlis, waktu berada di MTs Muhammadiyah Paraman Ampalu adalah Suhendri, saat ini guru PNS di MTsN 7 Pasaman Barat, Seberang Kenaikan, Syahrizal, salah seorang Ketua Tim di Bidang Papkis (Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam) Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, dan lainnya.
Anggota DPRD Pasaman Barat, putera Paraman Ampalu yang juga alumni MAPK Yayasan DR. Abdullah Ahmad PGAI Padang, Sulaiman, sampaikan, perjalanan karier Yunarlis, memang dari bawah. Selama menepaki pendidikan di MAPK.
Selama berada di Padang, Yunarlis selalu mengaktifkan diri di komplek Yayasan DR Abdullah Ahmad PGAI Padang. Setamat dari MAPK, dia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang, selanjutnya melanjutkan pendidikan program magister.
Dari bidang kepegawaian, tugas awalnya guru SD Negeri di Padang, selanjutnya menjadi Kepala SMA Yayasan DR Abdullah Ahmad PGAI Padang. Usai menjadi Kepala SMA Yayasan DR Abdullah Ahmad PGAI Padang, dia selanjutnya pindah tugas di SMA Negeri Kecamatan Rambatan di Tanah Datar, dan saat ini dipercaya menjadi Kepala SMA Negeri 1 Gunung Tuleh di Paraman Ampalu.
Kepala Kacabdin Pendidikan Wilayah VI Pasaman Barat dan Pasaman, diwakili Rudi Bimantara, sampaikan, menjadi kepala sekolah, seperti tingkat SMA, bukanlah pekerjaan mudah, ringan dan bisa diabaikan begitu saja.
Kepala sekolah, ingatnya, harus bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Selain itu, kepala sekolah harus berinovasi, berkarya dan bekerjasama dengan semua pihak. Tingkatkan koordinasi, komunitas dan saling bekerjasama, termasuk dengan guru dan tenaga non kependidikan, komite dan sebagainya. (gmz)
