Pengadaan Fisik Dikebut, Pejabat Pengadaan Diminta Berkantor di Ruang Bupati

Bupati Solok Selatan, H. Khairunas berdiskusi dengan Sekda dan beberapa pimpinan OPD seusai Apel Gabungan ASN tadi pagi. (foto; ist)

PADANG ARO, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengebut persiapan pengadaan seluruh kegiatan fisik yang dilakukan seluruh OPD yang ada. Bahkan, untuk mempercepat proses tersebut, para pejabat pengadaan di seluruh perangkat daerah diminta untuk berkantor di ruang Bupati untuk mempercepat proses pengadaan tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam Apel Gabungan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang bertempat di Halaman Kantor Bupati, Senin (23/2/2026).

“Masih banyak mungkin persiapan mengenai kegiatan fisik. Saya minta Sekda dan Asisten 2 serta seluruh panitia seperti PA (Pengguna Anggaran), KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), semuanya berkantor sampai selesai di ruang Bupati,” kata Khairunas pagi ini.

Memfokuskan seluruh pengadaan di satu tempat, lanjutnya, ditujukan untuk memetakan kendala hingga tantangan yang dihadapi sehingga jalan keluarnya bisa segera ditemukan.

Belum lagi dengan tugas pemerintah sebagai pelayan masyarakat, ditambah dengan terus menipisnya anggaran maka proses pembangunan seharusnya bisa dilaksanakan lebih cepat.

Jam kerja di bulan Ramadan yang juga berkurang, dinilai akan memengaruhi proses pengadaan pekerjaan fisik.

“Kami minta eselon dua untuk secepat mungkin bergerak, kita evaluasi. Jadi sampai selesai kita dinas di ruang bupati. APBD ini harus jalan, pertumbuhan harus dikejar,” tutupnya.

Usai mendapat arahan Bupati, Sekdakab Dr. H. Syamsurizaldi bersama Asisten terkait langsung menindaklanjutinya. Syamsurizaldi memimpin jalannya Rapat Kerja (Raker) dengan jajaran Kepala OPD dan pejabat pengadaan OPD di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati.

Data dari Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setdakab Solok Selatan, M Yudi menyebut, per 23 Februari 2026 progres pengadaan barang dan jasa pemerintah secara keseluruhan masih dibawah 5 persen dari persentase total pengadaan. (rls)

Exit mobile version