PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Di Gedung M. Sjafei, Selasa siang (3/3/2026), suasana tak sekadar ramai. Ada haru yang menggantung di udara, ada doa-doa lirih yang mengiringi tangan-tangan yang menerima bantuan.
Sebanyak 3.000 paket sembako disalurkan oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade, untuk masyarakat Kota Padang Panjang. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus menekan, bantuan itu menjadi nafas pendek yang memberi jeda pada kecemasan panjang warga kecil.
“Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan 3.000 paket sembako. Terima kasih kepada Pemko Padang Panjang atas sinerginya. Kami akan terus mendukung pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini komitmen kami,” ujar Andre dalam sambutannya.
Ia menyebut, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong sinergi nyata antara pusat dan daerah agar pembangunan benar-benar menyentuh rakyat.
Walikota Hendri Arnis menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Andre kepada masyarakat Padang Panjang. Bantuan ini bukan sekadar paket sembako, tetapi bentuk keberpihakan yang nyata. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, ini sangat berarti bagi warga kami,” ungkap Hendri.
Ia menegaskan, Pemko akan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan berharap kolaborasi pusat – daerah terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Padang Panjang, Nurafni Fitri, tak hanya mengapresiasi program tersebut, tetapi juga menyampaikan pandangannya tentang sosok Andre Rosiade.
“Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, kolaborasi seperti ini adalah nafas bagi masyarakat. DPRD tentu mendukung setiap langkah yang berpihak kepada warga,” ujarnya.
Ia kemudian menambahkan dengan nada penuh keyakinan,
“Bagi saya, Pak Andre adalah bukti bahwa Sumatera Barat tidak pernah kehabisan stok pemimpin hebat. Beliau menunjukkan kalau kita ingin perubahan, kita harus berani bicara dan bekerja keras.”
Pernyataan itu disambut tepuk tangan hadirin. Di ruang itu, politik terasa lebih dekat dengan realitas rakyat,bukan sekadar wacana, tetapi tindakan.
Di sudut ruangan, Murhayati (43), seorang ibu rumah tangga penerima bantuan, memeluk paket sembako dengan mata yang tak kuasa menyembunyikan rasa haru.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Harga beras naik, minyak juga. Kadang kami harus benar-benar mengatur supaya cukup sampai akhir minggu. Bantuan ini meringankan sekali. Terima kasih banyak,” ucapnya lirih.
Bagi Murhayati, isi kardus itu bukan sekadar bahan pokok. Itu adalah jaminan bahwa dapurnya tetap mengepul, bahwa anak-anaknya tetap bisa makan tanpa ia harus menambah daftar utang di warung.
Siang itu, Gedung M. Sjafei menjadi saksi bahwa di balik angka 3.000 paket sembako, ada 3.000 cerita tentang perjuangan. Bantuan itu mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun rasa diperhatikan, rasa tidak ditinggalkan,itulah yang semestinya tinggal lebih lama di hati warga Padang Panjang. (Pl/Sy)




