Sifat Sombong dan Bahayanya

Oleh : Ustad Iwan Ahmad, S.I.Q., S.Ag., C.PS., C.ELQ *)

Definisi Sombong
Hadis riwayat Muslim:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

{ وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ }

Surat Luqman: 18
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Larangan orang yang sombong

{ سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ }

Surat Al-A’raf: 146
Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.

Tidak Masuk Surga
Hadis riwayat Muslim

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”

Bahaya Sombong

  1. Sombong Menghalangi Masuk Surga
    Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
(HR. Shahih Muslim no. 91)

Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.”

Ketika ada sahabat yang bertanya tentang suka berpakaian bagus, Nabi ﷺ menjelaskan:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

  1. Sombong Mendapat Laknat dan Murka Allah
    Allah ﷻ berfirman:

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
(QS. Al-A’raf: 146)

Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”

Ayat lain:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
(QS. Luqman: 18)

Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

  1. Sombong Menjadi Sebab Kehancuran
    Kisah iblis yang enggan sujud kepada Nabi Adam عليه السلام karena sombong:

أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
(QS. Al-Baqarah: 34)

Artinya:
“Ia enggan dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir.”

Kesombongan menjadikan iblis terusir dari rahmat Allah.

Dampak Buruk Sombong

1.Hati menjadi keras dan sulit menerima nasihat.

2.Dijauhi manusia dan dibenci masyarakat.

3.Amal terancam tidak diterima.

4.Mendapat azab dan kehinaan di akhirat.

Kesimpulan

Sombong bukan hanya soal harta atau jabatan, tetapi juga merasa diri paling benar dan merendahkan orang lain.

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ adalah pribadi paling mulia namun paling tawadhu’. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan dan menghiasi kita dengan kerendahan hati. []

Iwan Ahmad adalah akademisi dan praktisi pendidikan Islam. Ia menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Studi Keislaman, serta aktif menulis dan mengkaji isu-isu pendidikan Islam, tahfizh al-Qur’an, dan pengembangan karakter Qur’ani. Minat kajiannya meliputi pemikiran pendidikan Islam, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta rekonstruksi pendidikan Islam di era modern. Saat ini, ia aktif dalam kegiatan akademik, pengembangan program pendidikan, dan penulisan ilmiah di bidang keislaman.*)

Exit mobile version