PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang melakukan pengawasan keamanan pangan terhadap jajanan pabukoan yang dijual selama Ramadan di sekitar Pasar Pusat, Kamis (5/3/2026). Dari 18 sampel takjil yang diuji, seluruhnya dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Pengawasan dilakukan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BPOM, Linda Gusrini Fadri bersama tim, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, I Putu Venda, serta Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sonya Themiarto beserta jajaran.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sonya Themiarto, Jumat (6/3/2026) menyampaikan, pengambilan sampel dilakukan terhadap berbagai jenis pabukoan yang dijual pedagang di kawasan pasar untuk kemudian diuji di mobil laboratorium milik BPOM Padang.
Pengujian dilakukan dengan metode rapid test guna mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B (pewarna tekstil merah), serta methanil yellow (pewarna tekstil kuning).
“Dari hasil pemeriksaan terhadap 18 sampel yang diuji, seluruhnya tidak terindikasi mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.
Selain pengujian sampel, petugas juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar menjaga kebersihan dan keamanan dalam proses pengolahan serta penyajian makanan. Edukasi juga diberikan kepada masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan yang aman untuk dikonsumsi.
Sementara itu, I Putu Venda mengapresiasi sinergi antara Pemko dan BPOM dalam memastikan keamanan pangan selama Ramadan. Menurutnya, pengawasan ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
“Kami mengimbau para pedagang memastikan makanan yang dijual bersih, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya. Kepada masyarakat, mari lebih teliti dan bijak dalam memilih pabukoan selama Ramadan,” ujarnya. (harris)
