Dialog Fly Over Sitinjau Lauik Kondusif Perusahaan Komit Tuntaskan Dampak Lingkungan

Dialog antara pihak pelaksana pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dengan unsur masyarakat Kecamatan Lubuk Kilangan berlangsung kondusif dan diakhiri dengan berswafoto bersama. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pertemuan dialog antara pihak pelaksana pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dengan unsur masyarakat Kecamatan Lubuk Kilangan berlangsung kondusif pada Senin (9/3/2026). Pertemuan yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.45 WIB tersebut digelar di Pondok Putih Padayo, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Informasi yang dihimpun dari Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska, menyebutkan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya antara PT HK–HKI KSO dan HPSL serta sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan se-Kecamatan Lubuk Kilangan yang dilaksanakan di Kantor Camat Lubuk Kilangan pada 27 Februari 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan membangun komunikasi yang lebih konstruktif antara pihak perusahaan pelaksana proyek, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat terkait berbagai aspirasi yang berkembang mengenai dampak pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik.

Dialog tersebut dihadiri oleh PJ Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Camat Lubuk Kilangan beserta unsur Forkopimcam, perwakilan PT HK–HKI KSO, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan, para lurah se-Kecamatan Lubuk Kilangan, Ketua LPM, pimpinan ormas dan OKP, serta tokoh masyarakat setempat.

Pertemuan dilaksanakan menyusul aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui sejumlah organisasi kemasyarakatan terkait dampak lingkungan yang dirasakan akibat aktivitas pembangunan proyek fly over. Isu tersebut sempat menjadi perhatian publik sehingga diperlukan dialog terbuka guna menjaga situasi tetap kondusif serta mencari solusi bersama.

Dalam dialog tersebut, PT HK–HKI KSO menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan berbagai dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat Lubuk Kilangan akibat aktivitas pembangunan proyek.

Selain itu, terkait perbaikan Kapalo Banda Rasak Bungo, pihak perusahaan meminta dukungan masyarakat agar alat berat dapat masuk melalui lahan warga sehingga proses perbaikan dapat segera dilakukan. PT HKI menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum libur Hari Raya Idul Fitri.

Dalam hal tenaga kerja, pihak perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat atau anak nagari Lubuk Kilangan. Mekanisme pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan agar berjalan tertib dan transparan.

Sementara itu, PJ Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa dalam arahannya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang mendukung penuh pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik sebagai proyek strategis yang bertujuan meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus transportasi di jalur tersebut.

Namun demikian, pemerintah menekankan bahwa setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Pemerintah Kota Padang juga menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian berbagai permasalahan yang timbul selama pelaksanaan pembangunan proyek.

Secara umum, pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan kondusif. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi agar pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat. (riko)

Exit mobile version