Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis Tegaskan Komitmen Penataan Pasar, Pasar Pusat Semakin Tertib dan Ramai

Walikota Hendri Arnis bersama Wawako Allex Saputra meninjau Pasar Pusat agar semakin tertib dan ramai pengunjungnya. (foto; ist)

PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pasar Pusat Padang Panjang menunjukkan perubahan besar ke arah yang lebih tertib, nyaman, dan ramai. Perubahan ini tak lepas dari rangkaian kegiatan penataan pasar yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Hendri Arnis sejak awal pekan ini.

Penataan dimulai pada Ahad malam, 8 Maret 2026, ketika Wali Kota meninjau langsung kondisi Pasar Pusat untuk memastikan aktivitas pedagang musiman berjalan sesuai aturan.

Pada malam itu, masih terlihat beberapa pedagang nonkuliner yang berjualan di pinggir jalan meskipun pemerintah sudah mengimbau agar aktivitas berdagang dilakukan di dalam Gedung Pasar.

Walikota Hendri Arnis mengedukasi pedagang agar berdagang sesuai aturan. (foto; ist)

Pemko sebelumnya telah menyediakan deretan kios bagi pedagang musiman melalui mekanisme pendaftaran dan pengundian lokasi untuk menjamin pemerataan dan keadilan.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota mengarahkan pedagang musiman untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan agar kawasan pasar tetap teratur.

Ia menegaskan bahwa penataan pedagang merupakan langkah penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat yang akan berbelanja menjelang Lebaran.

Wako juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap mendukung para pedagang, namun kedisiplinan dalam mengikuti aturan harus diutamakan demi kelancaran aktivitas jual beli.

Keesokan harinya, Senin malam, 9 Maret 2026, penataan dilanjutkan dengan penertiban pedagang musiman nonkuliner yang masih berjualan di luar lokasi yang telah ditentukan.

Walikota Hendri Arnis berdialog dengan pedagang. (foto; ist)

Pada malam itu, Wali Kota kembali memimpin langsung penertiban sekaligus memantau arus pengunjung dan kondisi keseluruhan pasar.

Ia juga memerintahkan penertiban parkir liar yang menghambat akses masuk ke pasar dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi tidak boleh terlihat semrawut atau dipenuhi kendaraan parkir sembarangan.

Kehadiran kios untuk pedagang musiman di dalam gedung dinilai cukup memadai sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk berjualan di badan jalan.

Dalam peninjauan tersebut, Wako mengajak seluruh pedagang untuk menjaga ketertiban kawasan pasar agar suasana yang aman dan nyaman dapat terus terjaga.

Penertiban yang dilakukan pada 9 Maret itu turut mendapat dukungan dari jajaran pemerintah, termasuk Wakil Wali Kota Allex Saputra, Pj Sekda, serta kepala OPD terkait.

Masuk ke hari berikutnya, Selasa malam, 10 Maret 2026, geliat Pasar Pusat semakin terasa mendekati H-10 Lebaran.

Pada malam itu, masyarakat mulai memadati pasar untuk membeli kebutuhan hari raya, menciptakan suasana yang lebih hidup dan ramai.

Wali Kota kembali hadir meninjau kondisi pasar, memastikan kebijakan penataan telah memberikan dampak yang signifikan.

Suasana pasar yang lebih tertata membuat arus pengunjung lebih lancar dan nyaman untuk berbelanja.

Pedagang tekstil di Lantai III Blok A menyampaikan rasa syukurnya karena pembeli sudah mulai berdatangan dalam jumlah yang semakin meningkat.

Ia menuturkan bahwa aktivitas jual beli kini jauh lebih terasa setelah penataan dilakukan.

Pedagang pakaian anak di Lantai II Blok A juga memberikan respons positif, menyebut penataan pasar sebagai kebijakan yang tepat dan berpihak pada pedagang.

Menurutnya, suasana yang lebih rapi membuat pengunjung merasa nyaman dan lebih lama berada di dalam pasar.

Pedagang sepatu di Lantai II Blok A mengungkapkan bahwa penempatan pedagang musiman di dalam gedung semakin meningkatkan jumlah pengunjung yang masuk.

Ia berharap kondisi pasar yang terus membaik akan membuat dagangannya semakin laris menjelang Lebaran.

Pedagang musiman lainnya juga mengapresiasi upaya pemerintah yang menurut mereka membuat pasar terlihat lebih tertib dan menarik bagi pembeli.

Mereka berharap penataan seperti ini tidak hanya dilakukan pada momen-momen tertentu, tetapi berkelanjutan sepanjang tahun.

Memasuki pekan kedua Ramadan, penataan pasar terbukti meningkatkan jumlah pengunjung dan memudahkan masyarakat dalam berbelanja.

Wali Kota menyampaikan bahwa seluruh rangkaian penataan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali pusat perekonomian kota.

Ia menekankan bahwa penataan bukan sekadar penertiban, tetapi strategi membangun pasar yang bersih, rapi, dan menjadi kebanggaan masyarakat Padang Panjang.

Dengan dukungan seluruh pedagang dan masyarakat, ia optimistis Pasar Pusat akan terus berkembang sebagai pusat perdagangan yang kompetitif dan nyaman. (SY/PH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *