MTQ Nagari Paninjauan Semarakkan Ramadhan, 96 Peserta Ikuti Tiga Cabang Lomba

Peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari sedang melantunkan ayatsuci Al Quran di Mushalla Nurul Ikhsan, Jorong Ganting Tabek, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. (foto; ist)

SOLOK, FOKUSSUMBAR.COM – Suasana Ramadhan di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, terasa semakin hidup dengan digelarnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nagari. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Maret 2026 itu dipusatkan di Mushalla Nurul Ikhsan, Jorong Ganting Tabek.

Sejak pembukaan, suasana mushalla tampak ramai oleh kehadiran peserta, orang tua, serta masyarakat yang datang untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Walinagari Hardi Kardanus. (foto; ist)

MTQ tahun ini secara resmi dibuka oleh Walinagari Paninjauan, Hardi Kardanus, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai bagian dari tradisi Ramadhan di nagari tersebut.

Ketua pelaksana MTQ, Harpendi, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 96 orang peserta yang merupakan perwakilan dari delapan jorong di Nagari Paninjauan. Para peserta terdiri dari anak-anak hingga remaja yang akan bertanding dalam tiga cabang lomba, yakni Adzan Subuh, Tartil Al-Qur’an, dan Tilawah.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat cukup tinggi. Peserta berasal dari berbagai jorong dan sebagian besar adalah generasi muda. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar Al-Qur’an di Nagari Paninjauan masih sangat kuat,” ujar Harpendi.

Peserta MTQ tingkat Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok. (foto; ist)

Menurutnya, MTQ tingkat nagari bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit qari dan qariah yang akan mewakili nagari pada MTQ tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Walinagari Hardi Kardanus menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat nagari merupakan agenda tahunan yang selalu digelar pada bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya biasanya dipilih saat murid sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mulai memasuki masa libur.

“MTQ ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda kita agar semakin mencintai Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa para pemenang dalam perlombaan ini nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ tingkat Kecamatan X Koto Diatas.
Di akhir sambutannya, Hardi Kardanus turut mengingatkan masyarakat bahwa pada tahun 2026 Nagari Paninjauan akan menghadapi dua agenda penting, yaitu pemilihan Walinagari serta pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Nagari (BPN). Ia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Hakim, Ustadz Tirmidzi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Nagari Paninjauan, menjelaskan bahwa penilaian para peserta dilakukan berdasarkan standar yang berlaku pada MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Ia didampingi oleh dua anggota dewan hakim lainnya, Nirlifni dan Ahmad Tibrani. Menurutnya, pelaksanaan MTQ tingkat nagari menjadi bagian penting dalam proses pembinaan qari dan qariah.

“Setiap tahun kita berharap selalu muncul generasi baru yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan indah. Mudah-mudahan dari Nagari Paninjauan akan lahir qari dan qariah yang bisa berprestasi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Tirmidzi.

Selama dua hari pelaksanaan, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nuansa religius di bulan suci Ramadhan. (ted)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *