Oleh : Dr. Aqua Dwipayana*)
Dalam kehidupan sehari-hari saat berinteraksi dengan banyak orang, tidak semuanya menyenangkan. Terkadang ada yang berbuat salah, baik disengaja maupun tidak.
Kebanyakan orang menyikapi itu dengan negatif. Spontan membalasnya. Merasa puas setelah melakukannya.
Apakah setelah itu masalahnya selesai? Sama sekali tidak. Justru bisa bertambah besar, karena belum tentu orang yang dibalas itu mau menerimanya. Meski dia sumber masalah yang mengawalinya
Jika tidak segera menuntaskannya, masalahnya dapat berlarut-larut. Bahkan hingga salah seorang di antaranya meninggal.
Selama masalah itu belum tuntas, ada ganjalan dalam diri masing-masing. Menyimpan perasaan negatif pada diri mereka.
Dampaknya bisa ke mana-mana. Menimbulkan penyakit dalam diri, karena menyimpan sesuatu yang negatif dan terus dipendam. Tidak ada salurannya.
Padahal semua itu bisa diatasi segera. Asal sama-sama punya niat baik dan memiliki jiwa besar. Berniat menuntaskannya.
Lebih Dewasa dan Matang
Apa sikap terbaik yang dilakukan menghadapi orang yang berbuat salah? Membiarkan hingga hilang sendiri dalam ingatan atau menuntaskannya?
Agar tidak ada ganjalan dalam diri, sebaiknya menyikapi setiap orang yang berbuat salah secara positif. Selain melatih diri agar tetap sabar, paling utama menunjukkan dirinya lebih dewasa dan matang dibandingkan orang yang berperilaku negatif itu.
Biasakanlah untuk langsung memaafkan orang yang berbuat salah. Begitu merasakan hal tersebut, saat itu juga tanpa jeda memberinya maaf.
Apakah bisa? Sangat bisa, asal ada kemauan yang kuat di dalam diri. Semuanya tergantung niat, keinginan, dan sikap.
Biasakanlah secara konsisten untuk menyikapi setiap kejadian secara positif, meski menyakitkan bagi diri. Justru itu cara TUHAN melatih kesabaran diri setiap orang. Tidak selalu merasakan hal yang menyenangkan.
Mereka yang sudah terbiasa menyikapi semuanya secara positif, apapun yang terjadi pada dirinya termasuk saat disakiti, sikapnya tenang. Sama sekali tidak menunjukkan reaksi negatif.
Setelah merenung secara mendalam, berterima kasih kepada TUHAN karena memberikan pelajaran dan pengalaman sangat berharga pada dirinya. Melatih kesabaran dengan terus bersikap positif.
Banyak orang yang mengatakan memaafkan itu gampang diucapkan tapi susah dilaksanakan. Dengan ucapan saja, sudah menunjukkan yang ada dalam pikirannya. Sampai kapan pun bahkan hingga mereka meninggal dunia, tidak akan bisa memaafkannya.
Biasakanlah berpikir bahwa memaafkan itu gampang diucapkan dan sangat bisa dilaksanakan. Banyak orang sukses melakukannya. Kenapa mereka bisa? Seharus semua orang dapat melaksanakannya. Kuncinya pada niat, keyakinan yang kuat, kesungguhan, dan keseriusan. Diiringi dengan doa yang khusyuk.
Mau selalu hidup tenang dan nyaman? Langsunglah memaafkan semua orang yang pernah menyakiti. []
Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional*)
