Boleh Berbeda, Tetap dalam Kebersamaan

Oleh : Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, BA., MA.*)

LUPAKAN perbedaan. Sambutlah dengan kebersamaan. Insya Allah, Idul Fitri 1447 H akan jatuh pada hari yang sama, entah mereka mengakhiri Ramadhan pada 19 atau 20 Maret.Jumat atau Sabtu, tetaplah 1 Syawal dalam hati dan pikiran mereka yang memilihnya dengan keyakinan.

Hari itu, umat akan menunaikan salat Id dengan khidmat. Tak perlu lagi menyebut Muhammadiyah, NU, atau Pemerintah. Yang penting: kebersamaan.

Jika 1 Syawal telah serempak, maka ibadah tandem sebelum salat Id—yakni zakat fitrah—tak perlu diragukan. Sejak awal Ramadhan hingga sebelum matahari terbit di pagi Idul Fitri, zakat-fitrah itu harus sampai ke tangan yang berhak.

Potensi zakat di Sumatera Barat (Sumbar) mencapaiRp 4,2 triliun hingga Rp4,3 triliun per tahun, namun realisasi pengelolaan baru sekitar Rp 475 miliar. Untuk 1447 H/2026 M, Baznas menetapkan zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa (beras premium) atau setara 2,5 kg-3,5 kg beras, dengan fidyah berkisar Rp23.000-Rp45.000 perhari. (Google, 18/3/2026).

Bandingkan empat tahun silam, menurut media (Haluan, 25/4/2022), Ketua Baznas Sumbar menyebut potensi zakat termasuk fitrah di Sumbar mencapai Rp3,2 triliun—setengah dari APBD Sumbar saat itu.

Namun, Baznas baru menghimpun Rp27 miliar hingga akhir Ramadhan, dengan target Rp30 miliar pada tutup tahun. Bandingkan dengan potensi nasional Rp327 triliun (Tempo, 3/4/2022), sementara target tahun itu hanya Rp26 triliun.

Jarak antara potensi dan realisasi, bak langit dan bumi. Pada 4 tahun lalu, Baznas menyalurkan Rp3 miliar kepada 6.000 mustahik dan Rp650 juta kepada 150 mahasiswa luar negeri di Timur Tengah. Sisanya, Rp24 miliar, dicairkan untuk mustahik lainnya.

Kini, meski dunia diguncang oleh perang Israel-Amerika melawan Iran, dan ekonomi global terguncang, semoga niat umat Islam untuk berzakat, berwakaf, berinfak, dan bersedekah tetap teguh.

Baik melalui lembaga resmi maupun secara tradisional, langsung kepada mereka yang dianggap tepat sesuai asnaf.

Selain Baznas, banyak lembaga amil lain yang sah menurut undang-undang. Muhammadiyah punya Lazismu, NU punya Lazisnu, Tarbiyah Islamiyah punya Lazis, bahkan PII punya Lazisku.

Perusahaan besar seperti Semen Padang pun telah lama mengelola zakat karyawannya. Tak hanya lembaga, keluarga pun kerap menyalurkan zakat langsung kepada mustahik.

Terutama zakat fitrah, yang nilainya ditentukan oleh MUI di tiap kota dan provinsi. Takmir masjid juga menjadi pengumpul zakat dari jamaah dan lingkungan sekitar. Semua ini adalah wujud filantropi yang legal dan syar’i.

Budaya berkampung, bernagari, dan berjorong turut memperkuat tradisi ini. Orang rantau mengirim zakat dan fitrahnya kepada mustahik di kampung halaman, sesuai penilaian mereka.

Varian penerima zakat ini telah berlangsung lama. Potensi zakat, wakaf, infak, dan hibah yang disebut Rp327 triliun (Nasional) itu sebenarnya telah dijalankan oleh umat Islam Indonesia.

Hanya saja, tidak semuanya melalui Baznas. Lembaga amil di Indonesia jumlahnya puluhan ribu. Bayangkan, ada 74.093 desa (2019). Di tiap desa, nagari, dan jorong, bisa jadi lebih dari satu lembaga amil.

Semua ini adalah panorama ibadah kolosal. Tak terbayangkan, bahwa Idul Fitri sekali setahun mampu membangun urat tunggang peradaban. Peradaban sebagai puncak budaya berbagi—dalam suka dan duka.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orangorang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orangorang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orangorang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 133–134)_

Maka, saat berbuka di akhir Ramadhan ini, mari kita campakkan semua pertikaian dan rajut sempurna kebersamaan. Allahu Akbar. []

Penulis adalah Pembelajar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumbar, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat 2015-2022; 2000-2005.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *