Pendaftaran Calon Ketua Alumni UBH Dibuka 30 Maret, Ini Syarat dan Jadwalnya

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Alumni Universitas Bung Hatta (UBH) 2026 resmi menetapkan persyaratan calon ketua umum sekaligus membuka tahapan pendaftaran bakal calon untuk periode 2026–2030. Mubes dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April 2026 di Caraka Room, Gedung B Kampus I UBH Ulak Karang, Padang.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Victor Siagian, menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan mengacu pada ketentuan yang telah dirumuskan secara ketat dan objektif.

“Kami memastikan setiap bakal calon memenuhi syarat administratif dan substantif sebelum ditetapkan sebagai calon,” ujar Victor Siagian yang akrab disapa Opung dalam keterangan pers di Sekretariat Panitia, Ulak Karang, Padang, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan dokumen resmi panitia, persyaratan calon ketua umum dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan khusus.

Untuk persyaratan umum, calon diwajibkan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan organisasi alumni dan kemajuan UBH

Sementara itu, persyaratan khusus meliputi:

  • Merupakan alumni sah UBH yang dibuktikan dengan ijazah.
  • Mendapat dukungan minimal tujuh pemilik suara sah (DPD, DPC, dan komisariat fakultas).
  • Memiliki pengalaman organisasi yang dibuktikan melalui Curiculum Vitae (CV).
  • Tidak pernah dijatuhi pidana berat yang telah berkekuatan hukum tetap.
  • Tidak berstatus sebagai staf pengajar/dosen di UBH.
  • Bersedia menyediakan sekretariat alumni di luar kampus.
  • Menandatangani pakta integritas serta melampirkan dokumen pendukung seperti SKCK dan surat keterangan pengadilan .

Selain itu, panitia juga menetapkan jadwal lengkap tahapan pendaftaran bakal calon ketua umum, sebagai berikut:

  • 30 Maret – 3 April 2026: Masa pendaftaran bakal calon sekaligus pengambilan formulir pendaftaran.
    Batas akhir pendaftaran dan pengambilan formulir pukul 17.00 WIB.
  • 1 – 4 April 2026: Pengembalian atau penyerahan kembali formulir pendaftaran kepada panitia di Sekretariat Mubes UBH.
    Batas akhir penyerahan formulir pukul 17.00 WIB.
  • 6 – 7 April 2026: Verifikasi persyaratan bakal calon oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
  • 8 April 2026: Pengumuman penetapan calon Ketua Umum Alumni UBH periode 2026–2031.

“Seluruh tahapan ini menjadi bagian penting sebelum masuk ke agenda utama pemilihan dalam Mubes yang akan digelar pada 10–12 April 2026,” ulas Opung.

Ketua Pelaksana Mubes, Henddy Adrian Luthan, menyebutkan aturan pencalonan disusun untuk menjamin kualitas kepemimpinan organisasi alumni ke depan.

“Persyaratan ini penting agar kandidat yang maju benar-benar memiliki legitimasi kuat,” jelas Henddy seraya menambahkan seluruh persiapan telah memasuki tahap finalisasi.

Ia menegaskan, panitia berkomitmen menjaga profesionalitas dan netralitas selama proses berlangsung. Untuk itu unsur panitia terdiri dari lintas angkatan yang di-SK-kan tim sembilan.

“Kita menginginkan Mubes ini berlangsung tertib, aman dan lancar, sehingga menghasilkan ketua dan pengurus yang mampu memajukan organisasi dan almamater,” harapnya.

Sementara itu, hingga saat ini, sedikitnya lima nama disebut-sebut berminat maju sebagai calon Ketua Alumni UBH. Mereka adalah Defri Nasri (notaris), Irwandi (anggota DPRD Kota Padang dan Ketua HNSI Sumbar/Wakil Rektor UNU), Joni Haryadi (Kepala Balai Riset Budidaya Ikan Hias Kementerian Kelautan dan Perikanan RI), Mardiansyah (Direktur II Hutama Karya), serta Nurzajefri Tanjung (Ketua DPD Alumni UBH Provinsi Riau).

Mubes tersebut akan diikuti oleh seluruh alumni UBH, dengan jumlah pemilik hak suara (voter) sebanyak 35 + 2 orang yang berasal dari unsur Dewan Pengurus Daerah (DPD), Dewan Pengurus Cabang (DPC), serta komisariat atau fakultas di lingkungan UBH.

Saat ini, jumlah alumni UBH diperkirakan mencapai sekitar 70.000 orang yang tersebar di dalam dan luar negeri dengan berbagai profesi.

Dalam keterangan pers tersebut, turut mendampingi Sekretaris Panitia, Newton Nusantara, sejumlah Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) lainnya, yakni Sekretaris TPP, Zulfitria Wati, Anggota TPP Nurkhalis dan Yulisman. (jiga)

Exit mobile version