PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Panitia Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan event lari berkonsep sport tourism tersebut.
Pada Senin (6/4/2026), panitia menggelar diskusi bersama sejumlah tokoh di Sekretariat Panitia, Batigo Kupi, guna memastikan ajang ini berjalan sukses dan berdampak luas.
Tiga tokoh yang diundang yakni pakar komunikasi dan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Barat Mahdianur, serta Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Minang (IKM) Braditi Moulevey.
Diskusi berlangsung santai namun produktif, dengan berbagai masukan strategis untuk penguatan konsep hingga teknis pelaksanaan.
Dr. Aqua Dwipayana mendorong panitia untuk belajar dari event lari berskala besar yang telah sukses digelar. Ia bahkan langsung memfasilitasi komunikasi dengan penyelenggara Borobudur Marathon.
“Tidak ada salahnya belajar dari event besar seperti Borobudur Marathon. Saya sudah hubungkan dengan penyelenggaranya agar panitia BOM Run bisa mendapat gambaran langsung,” ujar Aqua.
Merespons hal itu, penyelenggara Borobudur Marathon, Luki Lukminto Wibowo, menyatakan kesiapannya berbagi pengalaman kepada panitia BOM Run.
“Silakan kawan-kawan panitia BOM Run datang kapan saja. Saya siap berbagi pengalaman,” kata Luki.
Ia menambahkan, Borobudur Marathon 2025 sukses diikuti sekitar 11.500 pelari dari 38 negara, yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan event berskala internasional.
Ketua Panitia BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menyambut peluang tersebut dan memastikan akan segera menindaklanjuti.
“Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan mengagendakan pertemuan dengan Pak Luki untuk belajar langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen IKM Braditi Moulevey menyatakan dukungan penuh terhadap BOM Run, terutama dalam hal promosi ke perantau Minang di berbagai daerah.
“Kami siap membantu mensosialisasikan BOM Run ke masyarakat Minang di perantauan. Event ini sangat potensial untuk membangun koneksi dan kebanggaan bersama,” kata Braditi.
Dukungan serupa juga disampaikan Kadispora Sumbar, Mahdianur. Ia menilai BOM Run sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga sekaligus pariwisata.
Ketua Harian PB Ikasmantri, Yulviadi Adek, menambahkan bahwa BOM Run memiliki nilai strategis karena menggabungkan olahraga dengan promosi daerah dan kolaborasi lintas komunitas.
“BOM Run bukan sekadar ajang lari. Ini juga sarana promosi daerah, pariwisata, dan penguatan kebersamaan antara alumni, pelajar, dan masyarakat,” ungkapnya.
Sakadar diketahui, BOM Run 2026 merupakan event lari yang mengusung konsep sport tourism, menggabungkan olahraga dengan promosi destinasi wisata dan budaya Minangkabau.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas, pelajar, alumni, hingga perantau Minang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah. (jiga)
