SUTERA, FOKUSSUMBAR.COM – Kegiatan penilaian Adipura di Kabupaten Pesisir Selatan terus berlanjut. Pada Rabu, 7 April 2026, Kecamatan Sutera menjadi salah satu lokasi kunjungan Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup, dengan fokus pada pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Nagari Amping Parak.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Sutera, Iwal, S.Pt, turut mendampingi tim penilai ke Bank Sampah Nagari Amping Parak. Kehadiran tim disambut langsung oleh Wali Nagari Amping Parak beserta perangkat nagari, serta didukung oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan unit pengelolaan sampah Desa Wisata Amping Parak.
Bank sampah yang dikelola masyarakat setempat menjadi salah satu unggulan dalam penilaian, karena dinilai mampu menggerakkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
Kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah nagari dan kelompok masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Selain mendampingi tim penilai, Camat Sutera juga menghadiri rapat koordinasi antara Pokdarwis Desa Wisata Amping Parak dengan Pemerintah Nagari Amping Parak. Rapat tersebut membahas rencana kegiatan tahun 2026 yang didukung oleh pendanaan dari Yayasan Kehati atau Yayasan Emil Salim.
Ketua Pokdarwis Nagari Amping Parak, Haridman, S.Pt, dalam kesempatan itu memaparkan berbagai program pengembangan desa wisata yang akan difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan, pengelolaan destinasi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Camat Sutera, Iwal, S.Pt, berharap melalui kolaborasi antara pemerintah nagari, Pokdarwis, dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Wisata Amping Parak dapat terus berkembang menjadi contoh pengelolaan lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Selatan, sekaligus mendukung pencapaian target Adipura tahun 2026. (*/yndi)
