Di Balik Kesibukan Ketua KONI Sumbar, Hamdanus Tetap Prioritaskan Keluarga

Hamdanus saat mengantar putri keduanya Qonita Ramdania Elhamdy, ke tempat aktivitasnya. (Foto Hendri Parjiga/ Fokussumbar.com)

DI balik kesibukannya memimpin dunia olahraga Sumatera Barat, ada sisi lain dari sosok Hamdanus yang tak banyak terekspos: seorang ayah yang tetap menomorsatukan keluarga.

Pagi itu, suasana di depan Asrama Putri Dar Al Najah, Kompleks Perguruan Islam Arrisalah Padang, Sumatera Barat, tampak seperti hari-hari biasa. Namun, ada pemandangan sederhana yang menarik perhatian.

Ketua KONI Sumbar itu terlihat mengantarkan putri keduanya, Qonita Ramdania Elhamdy, ke tempat aktivitasnya. Tanpa protokoler, tanpa jarak—hanya seorang ayah menjalankan perannya.

“Kalau ada waktu luang, saya selalu memprioritaskan waktu untuk keluarga,” ujarnya suatu ketika. Kalimat yang terdengar sederhana, namun di tengah padatnya agenda organisasi, justru terasa bermakna.

Padahal, sebagai Ketua KONI Sumbar, tugas Hamdanus tidaklah ringan. Ia bersama jajaran pengurus terus melakukan konsolidasi organisasi, merapikan struktur, serta menyatukan visi demi mendorong kemajuan olahraga di ranah Minang.

Berbagai program strategis juga tengah dirumuskan, dengan satu tujuan utama: meningkatkan prestasi atlet Sumatera Barat agar mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional.

Tak hanya itu, Hamdanus juga intens melakukan koordinasi dan konsolidasi ke berbagai daerah. Fokus utamanya adalah memastikan kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.

Agenda ini bukan sekadar event olahraga biasa, melainkan momentum penting kebangkitan prestasi daerah.

Tantangannya tentu tidak mudah.

Terlebih, Porprov Sumbar sempat vakum selama kurang lebih delapan tahun.

Kondisi ini membuat persiapan harus dilakukan lebih matang, mulai dari kesiapan tuan rumah, cabang olahraga, hingga pembinaan atlet di daerah.

Di tengah padatnya agenda itu, Hamdanus tetap berusaha menjaga keseimbangan.

Selain memimpin KONI Sumbar, Hamdanus juga dikenal sebagai sosok akademisi. Latar belakang pendidikannya cukup kuat: lulusan S1 UIN Imam Boniol Padang di bidang Aqidah dan Filsafat, S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia, dan saat ini tengah menempuh studi doktoral Filsafat Politik di UIN Imam Bonjol.

Bersama sang istri, Dilla Shavera—ASN di BPOM yang berlatar belakang Farmasi-Apoteker UNPAD dan Pascasarjana Universitas Indonesia, Hamdanus membangun keluarga dengan fondasi pendidikan yang kuat.

Hasilnya terlihat dari perjalanan anak-anak mereka. Anak pertama, Aisyah Zuhra Elhamdy, kini tengah menempuh Semester IV Antropologi Sosial di UNDIP.

Sementara Qonita, yang baru saja diantar pagi itu, berhasil lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Program Studi Hubungan Internasional UNPAD—sebuah capaian yang membanggakan. Sesuai dengan cita-citanya yang ingin menjadi diplomat.

Sang bungsu, Muhammad Affan Elhamdy, juga tak kalah membanggakan. Tahun ini ia menamatkan pendidikan di SMP IT Perguruan Arrisalah, melanjutkan tradisi pendidikan yang konsisten dalam keluarga tersebut.

Kisah kecil di depan asrama itu menjadi pengingat sederhana: sesibuk apa pun seseorang, selalu ada ruang untuk keluarga. Bukan soal seberapa lama waktu yang dimiliki, tetapi seberapa tulus kehadiran itu diberikan.

Di tengah tuntutan besar membangun prestasi olahraga daerah, Hamdanus menunjukkan bahwa keseimbangan antara tanggung jawab publik dan keluarga bukan hal yang mustahil, asal dijalani dengan komitmen dan ketulusan. (hendri parjiga)

Exit mobile version